Berita Lain

Indeks Berita





Kamis, 24/07/2008 17:33 WIB
Subsidi Pangan di 2009 Naik Jadi Rp 20 Triliun
Wahyu Daniel - detikFinance



Foto: Reuters
Jakarta - Anggaran subsidi pangan pada tahun 2009 akan ditingkatkan menjadi Rp 20 triliun. Pemerintah akan menyiapkan mekanisme untuk meningkatkan efektivitasnya sehingga lebih tepat sasaran.

Hal tersebut disampaikan Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi ketika dalam jumpa pers di Graha Sawala Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (24/7/2008).

"Subsidi pertanian Rp 20 triliun itu adalah di luar anggaran raskin, dan BPS diminta bantu menyiapkan database usaha tani sehingga subsidi bisa tepat sasaran yang memang dituju," tuturnya.

BPS saat ini Bayu sudah memiliki data berdasarkan sensus pertanian 2003 yang nanti akan diperbaharui. "Data 2003 ada 24,05 juta usaha tani yang mengelola lahan, nah ini yang akan di update agar mekanisme subsidi lebih tepat sasaran," ujarnya.

Harga Bahan Pokok

Selain itu pada kesempatan tersebut, Bayu juga mengatakan mengenai kondisi harga bahan pokok saat ini menjelang berlangsungnya bulan puasa dan Hari Raya Lebaran.

"Beras turun 0,05%, sedangkan beras termurah naik 0,13%, daging sapi naik 0,5%, minyak goreng curah turun 3,6%, minyak goreng kemasan naik 0,46%, gula pasir turun 0,19%, tepung terigu turun 0,08%, kedelai naik 0,04% dan bawang merah turun 15,15%," paparnya.

Namun harga beberapa komoditas seperti harga daging ayam yang naik 10,5%, telur ayam naik 15,7% dan kenaikkan harga cabe rawit perlu mendapat perhatian khusus.

"Namun dengan situasi ini, beras stabil karena fundamental baik, produksi naik 4,67% dibanding 2007, dan panen kedua 2008 sedang terjad, dan kepastian akan stok raskin selama 15 bulan mengurangi spekulasi," katanya.

Untuk stok pemerintah juga sangat besar saat ini, kemudian harga beras di pasar regional turun di level Rp 9.000/kg, bahkan diprediksi cenderung turun yang diperkirakan akan mencapai Rp 7.000/kg.

"Pemerintah tetap berusaha untuk menguatkan stok beras dan kita Bulog untuk kuatkan pengadaan secara intensif. Minyak goreng kecenderungannya turun, sinyalnya kuat," jelasnya.

Bayu mengatakan untuk beras akan stabil di harga Rp 6.500/kg untuk rata-rata seluruh kualitas. "Untuk minyak goreng sudah bertahan di Rp 12.000/kg, gula di Rp 6.500/kg, dan ini relatif stabil untuk hadapi Ramadan dan Lebaran," ujarnya.

Untuk kedelai evaluasinya sementara masih terbatas pengucurannya, baru 12 ribu ton dari target sampai akhir tahun 400 ribu ton. "Kita harapkan di bulan-bulan dimana inflasi tinggi harga tempe dan tahu akan lebih stabil," ujarnya.(dnl/ddn)
Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk

Baca juga :

Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518