Forum Finance
- Memahami riba perbankan... JOXZIN
- setujuhkan anda dengan si... Kaisar-Selatan
- Wahana Beramal Jariyah... JOXZIN
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Senin, 01/12/2008 17:41 WIB
Penurunan Ekspor ke AS dan China Paling Anjlok -
Senin, 01/12/2008 16:38 WIB
Belanja Iklan Anjlok Ancam Industri Media Massa -
Senin, 01/12/2008 16:14 WIB
Target 7 Juta Turis 'Visit Indonesia Year 2008' Sulit Tercapai -
Senin, 01/12/2008 15:45 WIB
Harga BBM Shell Semurah Pertamax -
Senin, 01/12/2008 15:18 WIB
Industri Alat Musik Masih Aman dari PHK -
Senin, 01/12/2008 14:55 WIB
Penumpang Kapal Melonjak 39% Selama Oktober
Indeks Berita
Kamis, 24/07/2008 18:42 WIB
Negosiasi Pengusaha-PLN untuk Kenaikan TDL Sah Saja
Suhendra - detikFinance

Foto: Ari Saputra/detikcom
Demikian disampaikan oleh Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar usai rakortas di gedung Menko Perkonomian Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (24/7/2008).
"Kalau yang namanya b to b kan berarti keduabelah pihak setuju dong. Jadi TDL bukan hak PLN untuk menaikkan tapi kalau kesepakatan keduabelah pihak dalam menentukan harga maka itu gak jadi masalah," katanya.
Namun diakui Fahmi, masih ada berbedaan pendapat di kalangan industri. Ada yang sebagian bisa menerima, ada juga yang belum setuju."Beberapa industri telah bersedia menerima kenaikan," imbuhnya.
Mengenai sebagian industri yang tidak mau membayar sesuai dengan TDL baru itu, Fahmi belum banyak mau komentar. "Itu kan masih wacana," jelasnya.
Menurutnya yang terpenting sekarang ini yang bisa dilakukan oleh PLN adalah tetap menjaga pasokan listrik bagi industri agar tidak padam.
"Untuk jangka pendek kita perlu menggeser hari Sabtu dan Minggu, tapi jumlah operasi kan tetap, jadi cuma geser waktu aja, jangka panjangnya nanti kan ada PLTU 10.000 MW," kilahnya.
Mengenai program 10.000 MW tahap kedua PLN sangat membuka diri bagi para pelaku listrik swasta (IPP), dikatakan oleh Fahmi karena PLN pun memiliki banyak keterbatasan.
"Kalau misalnya itu IPP atau PLN, apalagi kemampuan PLN, makin lama makin terbatas, oleh karena itu melalui IPP atau investor lebih diharapkan," harapnya.(hen/qom)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- PLN Cari Utangan Lagi untuk Proyek 10.000MW
- Kadin Usul Kenaikan Tarif Listrik Industri Maksimal 50%
- 52,85% BLT Sudah Tersalurkan
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
