Forum Finance
- The market is manipulated... investor1
- Chinese Government Wants ... investor1
- Bernanke Threatens US Eco... investor1
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Sabtu, 04/07/2009 13:37 WIB
Menkeu: Hingga Akhir Tahun 2009 BI Rate 6,5 persen -
Sabtu, 04/07/2009 10:01 WIB
BI Rate Berpeluang Turun Menjadi 6,5 Persen di Agustus -
Jumat, 03/07/2009 16:33 WIB
Presiden Belum Ajukan Calon Gubernur BI Hingga DPR Reses -
Jumat, 03/07/2009 12:54 WIB
BI: Permodalan Bank Masih Baik, CAR Capai 17,3% -
Jumat, 03/07/2009 12:34 WIB
Cadangan Devisa RI Turun Tipis -
Jumat, 03/07/2009 12:07 WIB
BI Rate Dipangkas Jadi 6,75%
Indeks Berita
Rabu, 30/07/2008 22:19 WIB
Takkan Ada Lagi Miliaran Dolar di Zimbabwe
Nurul Qomariyah - detikFinance

Foto: Reuters
Harare -
Di Zimbabwe, uang miliaran hingga triliunan dolar Zimbabwe bukanlah hal yang luar biasa. Orang terbiasa berbelanja sayur-mayur dengan segepok uang yang bernilai miliaran dolar zimbabwe.
Namun mulai 1 Agustus, uang bernilai miliaran dolar itu tak lagi ada. Bank Sentral Zimbabwe memutuskan untuk melakukan revaluasi mata uang dengan menghapuskan 10 digit angkanya. Ini artinya, 10 miliar dolar akan direvaluasi menjadi 1 dolar Zimbabwe.
"Mulai 1 Agustus, semua nilai moneter akan dimulai dari 1 untuk 1 miliar zimdolar. Kami menghilangkan 10 angka nol. Sepuluh miliar pada hari ini, mulai 1 Agustus akan direvaluasi menjadi 1 zimdolar," jelas Gideon Gono, Gubernur Bank Sentral Zimbabwe dalam konferensi persnya seperti dikutip dari AFP, Rabu (30/7/2008).
"Dan mulai 1 Agustus pula, Bank Sentral akan mengeluarkan mata uang baru," jelas Gono yang didampingi presiden Robert Mugabe.
Pemerintah Zimbabwe juga akan kembali menggalakkan penggunaan uang koin, yang selama ini sudah kehilangan nilainya akibat inflasi super yang mencapai 2.200.000 persen. Sebuah angka yang sama sekali tak masuk akal, namun benar-benar terjadi di negara miskin Afrika itu.
Inflasi dan pertikaian politik membuat negara itu tak kunjung bangkit dari keterpurukan. Hiperinflasi sebelumnya telah memaksa Bank Sentral Zimbabwe untuk mengeluarkan mata yang tak lagi masuk akal. Bayangkan, untuk sebungkus roti di Harare, harganya bisa mencapai 200 miliar zimdolar.
"Kami akan meminta harga-harga didenominasikan dalam mata uang lama dan baru," tambah Gono.
Pada 21 Juli, Bank Sentral Zimbabwe merilis uang dengan denominasi 100 miliar zimdolar dalam rangka untuk mencegah kekurangan likuiditas di masyarakat. Pecahan baru itu bergabung dengan pecahan tak masuk akal lainnya yang telah dirilis Zimbabwe sebelumnya.
Di bulan Januari, pecahan 10 zimdolar dirilis, dan dilanjutkan dengan pecahan 50 juta zimdolar pada April, 100 juta dan 250 juta zimdolar pada Mei.
(qom/qom)
Info Kurs,berita financial dan ekonomi.
Ketik: REG ECO kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel, Flexi).
Ketik: REG EKO kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Indosat dan Hutch 3).
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Takkan Ada Lagi Miliaran Dolar di Zimbabwe
Nurul Qomariyah - detikFinance

Foto: Reuters
Foto Terkait
Namun mulai 1 Agustus, uang bernilai miliaran dolar itu tak lagi ada. Bank Sentral Zimbabwe memutuskan untuk melakukan revaluasi mata uang dengan menghapuskan 10 digit angkanya. Ini artinya, 10 miliar dolar akan direvaluasi menjadi 1 dolar Zimbabwe.
"Mulai 1 Agustus, semua nilai moneter akan dimulai dari 1 untuk 1 miliar zimdolar. Kami menghilangkan 10 angka nol. Sepuluh miliar pada hari ini, mulai 1 Agustus akan direvaluasi menjadi 1 zimdolar," jelas Gideon Gono, Gubernur Bank Sentral Zimbabwe dalam konferensi persnya seperti dikutip dari AFP, Rabu (30/7/2008).
"Dan mulai 1 Agustus pula, Bank Sentral akan mengeluarkan mata uang baru," jelas Gono yang didampingi presiden Robert Mugabe.
Pemerintah Zimbabwe juga akan kembali menggalakkan penggunaan uang koin, yang selama ini sudah kehilangan nilainya akibat inflasi super yang mencapai 2.200.000 persen. Sebuah angka yang sama sekali tak masuk akal, namun benar-benar terjadi di negara miskin Afrika itu.
Inflasi dan pertikaian politik membuat negara itu tak kunjung bangkit dari keterpurukan. Hiperinflasi sebelumnya telah memaksa Bank Sentral Zimbabwe untuk mengeluarkan mata yang tak lagi masuk akal. Bayangkan, untuk sebungkus roti di Harare, harganya bisa mencapai 200 miliar zimdolar.
"Kami akan meminta harga-harga didenominasikan dalam mata uang lama dan baru," tambah Gono.
Pada 21 Juli, Bank Sentral Zimbabwe merilis uang dengan denominasi 100 miliar zimdolar dalam rangka untuk mencegah kekurangan likuiditas di masyarakat. Pecahan baru itu bergabung dengan pecahan tak masuk akal lainnya yang telah dirilis Zimbabwe sebelumnya.
Di bulan Januari, pecahan 10 zimdolar dirilis, dan dilanjutkan dengan pecahan 50 juta zimdolar pada April, 100 juta dan 250 juta zimdolar pada Mei.
(qom/qom)
Info Kurs,berita financial dan ekonomi.
Ketik: REG ECO kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel, Flexi).
Ketik: REG EKO kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Indosat dan Hutch 3).
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
