Forum Finance
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Trade off kebijakan kri... growth23
- Inflasi 2010 : diatas tar... growth23
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 12/03/2010 10:04 WIB
Bosowa Gandeng CTI Group Tingkatkan Produksi Semen -
Jumat, 12/03/2010 09:51 WIB
Pemerintah Diminta Stop Ekspor LNG Tangguh ke China -
Kamis, 11/03/2010 20:04 WIB
BI: Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 6% di 2010 -
Kamis, 11/03/2010 17:47 WIB
Eco Product Belum Untungkan Produsen Furnitur -
Kamis, 11/03/2010 17:44 WIB
Laporan dari Sydney
RI-Australia Rancang Kerjasama Investasi di Wilayah Timur -
Kamis, 11/03/2010 17:27 WIB
Pemboikotan DPR atas Sri Mulyani Punya Konsekuensi Berat
Indeks Berita
Kamis, 31/07/2008 14:46 WIB
Rokok RI Kurang Sangar
Suhendra - detikFinance

Kemasan Rokok di Negara Tetangga (Suhendra)
Demikian disampaikan oleh Ketua Bidang Penyuluhan dan Pendidikan Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok (LM3) Fuad Baradja, dalam acara konferensi pers di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Kamis (31/7/2008).
Indonesia sampai saat ini belum meratifikasi 11 klausal dalam Framework Convention On Tobacco Control (FCTC) atau konvensi internasional kebijakan pengendalian masalah tembakau, salah satunya mengenai peringatan gambar dalam kemasan rokok, yang selama ini sudah diterapkan di banyak negara di dunia termasuk negara-negara ASEAN.
Indonesia akan hanya meratifikasi 5 klausal yangn akan dituangkan dalam RUU pengendalian produk tembakau terhadap kesehatan yang masih digodok oleh DPR. Lima klausal itu antara lain:
- Peningkatan tarif cukai
- Kawasan tanpa rokok
- Pelarangan iklan rokok hanya ada di Indonesia
- Peringatan kesehatan dengan gambar
- Pembatasan akses anak terhadap tembakau
"Indonesia satu-satunya negara yang membolehkan iklan rokok di TV," katanya.
Menurut Fuad kemasan rokok di Indonesia terlalu lunak sebagai sebuah kemasan produk yang mengancam kesehatan manusia. Hal ini katanya tidak terlepas dari political will pemerintah untuk menerapkan langkah-langkah agar orang tidak merokok atau berhenti merokok. Pencantuman teks peringatan dalam kemasan rokok dinilainya tidak lah cukup perlu, ada gambar-gambar yang membuat orang jera.
"Ini pembodohan luar biasa, orang dibiarkan tanpa informasi," ketusnya.
Bahkan ia mencontohkan di Australia, telah gencar ditayangkan video-video yang menjijikan sebagai akibat dari bahaya merokok, seperti video kanker mulut, sumbatan pembuluh darah, pembelahan otak yang membuat merinding bagi yang menyaksikannya.
Ia menambahkan untuk produk rokok Gudang Garam di Singapura misalnya, justru dibuat terkesan angker dan mengerikan karena mengikuti peraturan di negara Singa tersebut dengan gamba-gambar gigi yang rusak, paru-paru hancur dan lain-lain.
"Di Australia gambar video yang menjijikan tersebut telah membuat 55.000 orang berhenti merokok, tapi yang kita harapkan adalah para pemula untuk takut mencoba," jelasnya.
Bahkan dari sisi harga, harga rokok di Indonesia termasuk termurah dalam jajaran negara yang mengkonsumsi rokok.
Berdasarkan data tahun 2006 dari Tobacco Atlas yaitu suatu lembaga yang mensurvei soal rokok dan tembakau. Untuk harga rokok Marlboro, Indonesia menempati negara termurah menjual rokok Marlboro di ASEAN.
Harga Marlboro di Indonesia US$ 0,9, Laos US$ 1,25, Malaysia US$ 2,18, Singapura US$ 7,5.
Sedangkan dengan Vietnam memiliki harga yang hampir sama dengan Indonesia, untuk Filipina menjadi negara yang termurah atau di bawah Indonesia.
(hen/ddn)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (7 Komentar)
Baca juga :
- Tarif Cukai 57% Bisa Tambah Pemasukan Rp 50,1 Triliun
- Roadmap Cukai Rokok Disiapkan
- Perusahaan Rokok Pusing Tak Bisa Naikkan Harga Jual
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




