Forum Finance
- Memahami riba perbankan... JOXZIN
- setujuhkan anda dengan si... Kaisar-Selatan
- Wahana Beramal Jariyah... JOXZIN
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 25/11/2008 12:27 WIB
Menkeu: Saya Pertaruhkan Reputasi dan Harga Diri -
Sabtu, 22/11/2008 14:25 WIB
Ciputra Lebih Kokoh Melawan Krisis -
Jumat, 21/11/2008 16:36 WIB
Anton Apriyantono, pak Menteri Pelanggan Kaki Lima -
Selasa, 18/11/2008 16:25 WIB
Aburizal: Saya Tidak Pernah Berselisih dengan Sri Mulyani -
Kamis, 13/11/2008 13:22 WIB
Teman Satu Sekolah, Dirut Garuda Lupa Wajah Obama -
Kamis, 13/11/2008 11:34 WIB
Mittal Bukan Lagi Orang Terkaya
Indeks Berita
Senin, 04/08/2008 12:37 WIB
Paskah Merasa Populer Tanpa Harus Beriklan
Alih Istik Wahyuni - detikFinance

Foto: Alih-detikFinance
"Hari ini saya lagi populer, makanya persnya banyak, saya jadi banyak undangan jadi pembicara, tapi ya lumayan daripada pasang iklan lumayan, ini lebih murah. Semoga ke depan gantian ada yang lain yang lebih populer juga, karena ini untuk perbaikan juga," ujarnya di kantornya, Jalan Taman Surapati, Jakarta, Senin (4/8/2008).
Namun dia meminta kinerja karyawan Bappenas tidak terganggu dengan pemberitaan tersebut. "Bappenas harus dipisahkan dari kepopuleran saya ini, karena nanti Bappenas bisa terganggu kinerjanya karena kepopuleran saya itu," ujarnya.
Paskah dan 51 anggota DPR Komisi IX periode 1999-2004 disebut-sebut terlibat menerima suap dari BI. Paskah sendiri disebut Hamka Yandhu menerima suap sebesar Rp 1 miliar
Senin siang ini rencananya Paskah akan memenuhi undangan Presiden untuk mengklarifikasi keterlibatannya. Ia sendiri mengaku akan menunggu proses pengadilan untuk mencari kebenaran kasus tersebut.
"Saya kan dituduh seseorang menerima Rp 1 miliar. Tapi mana buktinya? Semua kan harus dibuktikan di pengadilan," ujarnya.
Yang pasti, ia mengaku sudah menjelaskan semua yang ditanya saat pemeriksaan KPK. Namun ia menolak menjelaskan lebih lanjut apa saja yang ia jelaskan saat pemeriksaan KPK karena itu berarti ia akan melanggar aturan.
Lepas dari kasusnya itu, Paskah juga mengeluhkan masalah sistem birokrasi di Indonesia masih jauh dari hasil yang memuaskan.
"Pembinaan aparatur negara kita memang belum mencapai hasil yang memuaskan. Sistem birokrasi kita masih koruptif, kurang transparan dan kurang akuntabel," ujarnya.
Menurutnya, sistem birokrasi yang koruptif ini tidak lepas dari kesejahteraan aparatur negara yang tidak seimbang dengan tugas-tugas yang dikerjakan.
"Eselon satu di tubuh TNI misalkan, gajinya hanya Rp 1,4 juta. Makanya harus dipikirkan juga remunerasinya," ujarnya.
(ddn/ir)
Komentar terkini (16 Komentar)
Baca juga :
- Berjubah Putih, Boediono Tanggalkan Jas
- AA Gym 'Sidak' ke Bea Cukai
- Anwar: Kan Nggak Pernah Bu Miranda Naik Garuda ke Luar
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
