Forum Finance
- Memahami riba perbankan... JOXZIN
- setujuhkan anda dengan si... Kaisar-Selatan
- Wahana Beramal Jariyah... JOXZIN
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Senin, 01/12/2008 17:41 WIB
Penurunan Ekspor ke AS dan China Paling Anjlok -
Senin, 01/12/2008 16:38 WIB
Belanja Iklan Anjlok Ancam Industri Media Massa -
Senin, 01/12/2008 16:14 WIB
Target 7 Juta Turis 'Visit Indonesia Year 2008' Sulit Tercapai -
Senin, 01/12/2008 15:45 WIB
Harga BBM Shell Semurah Pertamax -
Senin, 01/12/2008 15:18 WIB
Industri Alat Musik Masih Aman dari PHK -
Senin, 01/12/2008 14:55 WIB
Penumpang Kapal Melonjak 39% Selama Oktober
Indeks Berita
Minggu, 17/08/2008 19:27 WIB
RI-Qatar Siapkan Kerjasama Energi dan Infrastruktur US$ 1 Miliar
Nurul Qomariyah - detikFinance

Foto: Budi Sugiharto/detikcom
Qatar akan memberikan kontribusi sebesar 85%, sementara Indonesia 15% untuk lembaga pendanaan itu.
Demikian disampaikan Dubes Indonesia untuk Qatar Rozy Munir dalam pidatonya seperti dilansir Gulf Times dan dikutip dari Reuters, Minggu (17/8/2008).
Qatar kini merupakan eksportir Luiquid Natural gas (LNG) terbesar di dunia. Aementara Indonesia adalah eksportir terbesar ketiga dunia. Kedua negara saat ini juga merupakan anggota OPEC.
Rozy Munir juga mengatakan, BUMN investasi Qatar yakni Qatar Investment Authority (QIA) telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan pemerintah Indonesia terkait investasi ini.
QIA sebelumnya juga telah menjalin kerjasama dengan BUMN investasi Abu Dhabi (IPIC) pada Maret untuk membentuk lembaga pembiayaan senilai US$ 2 miliar. QIA juga menjalin kerjasama dengan Oman dan Dubai.
Pemerintah Indonesia berharap bisa lebih banyak menggaet investor Qatar yang kini sedang bergelimang windfall profit dari minyak. Menurut Rozy, penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk diharapkan bisa membantu merealisasikan hal tersebut.
Indonesia juga berharap investor Qatar akan mengikuti Arab Saudi dalam menginvestasikan dana untuk sektor agribisnis. Seperti diketahui, baru-baru ini investor asal Arab Saudi Binladin Group sudah mendatangi Indonesia untuk menyatakan minat investasi sektor agribisnis di Papua.
"Ada banyak peluang untuk kemungkinan investasi di sektor ini. Investasi bisa untuk produksi beras, coklat, gula dan CPO," tegas Rozy.
(qom/qom)
Komentar terkini (1 Komentar)
Baca juga :
- Pertumbuhan Investasi Dipatok 12,1%, Pengangguran Tinggal 7%
- Uni Emirat Pasar Empuk Bagi RI
- Undang Investor Mahal-mahal... Eh, Tak Ada 1 Dolar pun Masuk
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
