Berita Lain

Indeks Berita





Jumat, 22/08/2008 06:39 WIB
Minyak Meroket Lagi ke US$ 122
Nurul Qomariyah - detikFinance



Foto: Reuters
New York - Harga minyak mentah yang sudah 'adem' sekian lama kembali memanas menembus lagi level US$ 122 per barel. Minyak kembali melonjak karena memanasnya hubungan AS-Rusia, melemahnya dolar dan anjloknya cadangan BBM AS.

Pada perdagangan Kamis (21/8/2008), kontrak utama untuk minyak jenis light pengiriman Oktober sempat melonjak hingga 6 dolar ke level US$ 122,04 per barel. Namun kontrak ini akhirnya ditutup naik 5,62 dolar ke level US$ 121,18 per barel.

Minyak jenis Brent pengiriman Oktober juga sempat melonjak ke level tertingginya dalam dua pekan di US$ 120,93 per barel. Kontrak ini ditutup melonjak 5,80 dolar ke level US$ 120,16 per barel.

"Harga terus melonjak karena meningkatnya tensi geopolitik baru antara AS dan Rusia," ujar analis dari Barclays Capital seperti dikutip dari AFP, Jumat (22/8/2008).

"Kontrak minyak mentah kembali naik menyusul penurunan yang terjadi kemarin akibat melemahnya dolar dan kekhawatiran masalah geopolitik," ujar analis dari Sucdem, Andrey Kryuchenkov.

Sentimen negatif lainnya adalah keluarnya data dari Departemen Energi AS yang melaporkan cadangan bensin AS merosot hingga 6,2 juta barel pada pekan lalu. Padahal pasar hanya berekspektasi penurunan sebesar 2,4 juta barel.

Wall Street Menguat Terbatas

Sementara saham-saham di AS ditutup naik terbatas setelah kenaikan harga minyak tersebut. Saham-saham bergerak maju mundur karena bertambahnya kekhawatiran belanja konsumen akan melemah akibat naiknya lagi harga minyak.

Indeks Dow Jones ditutup naik 11,64 poin (0,10%) ke level 11.429,07, Nasdaq turun 9,38 poin (0,39%) ke level 2.379,70 dan S&P naik 2,94 poin (0,23%) ke level 1.277,48.

(qom/qom)
Komentar terkini (1 Komentar)

Baca juga :

Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518