Forum Finance
- Memahami riba perbankan... JOXZIN
- setujuhkan anda dengan si... Kaisar-Selatan
- Wahana Beramal Jariyah... JOXZIN
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 02/12/2008 05:20 WIB
Data BMG: Jabotabek Akan Diguyur Hujan Siang Hari -
Selasa, 02/12/2008 03:19 WIB
100 Napi Kabur Dari Penjara Liberia -
Selasa, 02/12/2008 02:42 WIB
Korban Lapindo Tunggu Reaksi SBY -
Selasa, 02/12/2008 01:40 WIB
Early Warning BMG:
Gelombang Laut Berpotensi Meningkat Hingga 5 meter -
Selasa, 02/12/2008 01:04 WIB
Obama Tunjuk Hillary Clinton Sebagai Menteri Luar Negeri -
Selasa, 02/12/2008 00:05 WIB
Serangan Teroris di Mumbai
Pemerintah India Sempat Diperingatkan Adanya Serangan
Indeks Berita
Jumat, 22/08/2008 09:20 WIB
Terima Surat Ancaman, Staf McCain Dikarantina
Rita Uli Hutapea - detikFinance

John McCain (Reuters)
Surat pertama diterima di markas besar kampanye Partai Republik di Centennial, pinggiran Denver, Colorado. Surat kedua diterima di kantor McCain di Manchester, New Hampshire.
Kedua gedung itu langsung dikosongkan. Para staf dikirimkan ke fasilitas medis untuk dikarantina. Sedangkan agen-agen FBI dan Dinas Rahasia beserta ahli-ahli bahan berbahaya berada di kedua lokasi tersebut.
Juru bicara Dinas Rahasia Eric Zahren mengatakan, surat yang diterima di Centennial berisi ancaman umum menyangkut pemilihan. Namun dia tidak mau menjelaskan lebih rinci.
"Para staf McCain melaporkan kalau mereka telah menerima sebuah amplop mengandung bubuk putih di kantor kampanye McCain di Centennial," kata Zahren seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (22/8/2008).
"Para staf telah dikarantina dan gedung dievakuasi," imbuhnya.
Menurut juru bicara kampanye McCain Jeff Sadofky, semua kantor kampanye disiagakan setelah adanya surat ancaman kedua di kantor New Hampshire.
Ditanya mengenai isi surat, Sadofky mengatakan: "Yang bisa saya katakan hanyalah surat-surat itu berisi ancaman bagi mereka yang telah membacanya. Kami sudah menyerahkan semuanya ke petugas penegak hukum," katanya.
Belum jelas apakah serbuk putih dalam amplop surat tersebut merupakan bahan berbahaya. Saat ini petugas sedang memeriksanya.(ita/iy)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
Informasi Pemasangan Iklan:hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
