Forum Finance
- Coba untuk beranikan DIRI... dek_orekoop
- krisis global... madamadaa
- Bukan Kampanye Politik : ... Realistis
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 20/11/2008 21:39 WIB
Rencana Ekspansi PKT Terhambat -
Kamis, 20/11/2008 21:34 WIB
Minyak Anjlok di Bawah US$ 50 -
Kamis, 20/11/2008 19:05 WIB
Pasokan Pupuk Urea PKT Aman -
Kamis, 20/11/2008 18:55 WIB
RI Siap Ekspor Gula di 2009 -
Kamis, 20/11/2008 17:16 WIB
300.000 Pelanggan PLN di Kaltim Byar Pet Akibat Krisis Gas -
Kamis, 20/11/2008 16:37 WIB
13.000 Karyawan Masuk Daftar Tunggu PHK
Indeks Berita
Jumat, 22/08/2008 09:41 WIB
DPD Minta BPK dan KPK Awasi Keuangan Daerah
Angga Aulia - detikFinance

Foto: Abror/Setpres
Hal tersebut disampaikan Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita dalam Sidang Paripurna Khusus DPD do Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (22/8/2008).
"DPD telah mengusulkan kepada KPK untuk mengadakan audit investigasi di berbagai daerah yang ada indikasi korupsi," tegas Ginandjar.
Selain kepada KPK, DPD juga meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan supervisi dan tuntunan kepada penyelanggaran pemerintah daerah untuk menegakkan disiplin anggaran, mencegah terjadinya korupsi dan pemborosan keuangan negara.
Ginandjar menjelaskan, kewenangan yang diberikan kepada pemerintah daerah dalam rangka otonomi hanya dapat efektif apabila dijalankan dengan prinsip-prinsip pengelolaan pemerintah daerah yang baik.
"Banyak daerah belum memiliki tradisi, pengalaman dan pengetahuan mengenai tata kelola pemerintahan sehingga acapkali terjadi masalah-masalah di daerah yang antara lain berakhir dengan persoalan hukum pada para pejabat daerah," jelasnya.
Karena itu, DPD mengharapkan pemerintah meningkatkan upaya pemberdayaan serta memberi bimbingan dan petunjuk terutama yang berkenaan dengan proses penganggaran dan pembiayaan di daerah.
"Dengan demikian dana yang mengalir ke daerah untuk tahun 2009 menurut saudara presiden jumlahnya akan mencapai hampir Rp 304 triliun melalui berbagai skece pendanaan dan alokasi dapat benar-benar menghasilkan peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya dalam mengatasi kemiskinan dan keterbelakangan," urainya.
(qom/ddn)
Komentar terkini (3 Komentar)
Baca juga :
- Pemerintah Harus Waspadai Pengganggu Swasembada Beras
- DPD Minta BPK dan KPK Awasi Keuangan Daerah
- Kenaikan Gaji PNS 2009 diambil dari Pos DAU
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
