Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 16/03/2010 10:25 WIB
BPS: Kenaikan TDL 15% Tak Banyak Pengaruhi Inflasi -
Selasa, 16/03/2010 10:02 WIB
Taman Nasional Ujung Kulon Butuh Rp 10 Miliar Per Tahun -
Selasa, 16/03/2010 09:40 WIB
Harga BBM Shell Juga Naik -
Senin, 15/03/2010 19:46 WIB
Buka Rute Jakarta-Medan, Citilink Ambil Pasar Adam Air -
Senin, 15/03/2010 17:19 WIB
Kenaikan Setoran Dividen Tak Akan Ganggu Ekspansi BUMN -
Senin, 15/03/2010 16:40 WIB
Kembangkan Sektor Pangan dan Energi, RI Gandeng Australia
Indeks Berita
Minggu, 24/08/2008 07:51 WIB
Sebulan Naik Rp 6.000, Harga Elpiji Bisa Tembus Rp 136.800
Alih Istik Wahyuni - detikFinance

Foto: Dok detikcom
Ini artinya, kenaikan harga elpiji 12 kg bisa mencapai Rp 6.000 per tabung 12 kg per bulan. Kenaikan harga ini akan terus dilakukan hingga menembus harga keekonomian elpiji sebesar Rp 11.400 per kg.
Jika harga itu tercapai, maka nantinya harga elpiji bisa mencapai Rp 136.800 per kilogram..!! Dan dengan kenaikan rutin sebesar Rp 500 per kg, maka itu artinya dalam 11-12 bulan kedepan, harga elpiji 12 kg sebesar hampir Rp 140.000 itu akan tertembus.
Sementara untuk harga elpiji 50 kg, juga akan dikurangi diskonnya secara bertahap sehingga mencapai harga keekonomiannya. Harga baru elpiji 50 kg adalah Rp 7.255/kg atau Rp 362.750/tabung.
Pertamina pada 10 April 2008 memberikan insentif berupa diskon 15% untuk para pengusaha pengguna elpiji ukuran 50 kg. Langkah tersebut dilakukan setalah para industri pengguna elpiji 50 kg beralih ke elpiji 12 kg untuk rumah tangga sehingga terjadi kelangkaan. Mereka beralih karena harga elpiji 12 kg lebih murah dari harga untuk 50 kg
Pengumuman kenaikan harga elpiji ini memang terkesan mendadak. Sebelumnya, Pertamina selalu menyosialisasikan terlebih dahulu sebelum akhirnya menaikkan harga elpiji.
"Dengan kenaikan tersebut di atas, Pertamina masih menanggung kerugian akibat penjualan LPG kemasan 12 kg dan 50 kg sebesar Rp 6,5 Triliun/tahun," kata VP Komunikasi Pertamina Wisnuntoro dalam siaran persnya, Minggu (24/8/2008).
Kenaikan ini juga berselang hampir 2 bulan setelah kenaikan yang diberlakukan pada 1 Juli lalu.
Namun menurut Wisnuntoro, kenaikan harga elpiji per 1 Juli 2008 tersebut untuk mengakomodir kenaikan biaya operasional dan distribusi sehubungan dengan naiknya harga BBM, serta masih belum mengakomodir harga bahan baku elpiji.
Ia menambahkan, harga elpiji internasional terus naik dan untuk tahun 2008 rata-rata adalah sebesar 858 USD/MT dengan harga keekonomian Rp 11.400/kg.
"Terkait dengan harga jual LPG nasional yang masih jauh dari harga keekonomian yaitu Rp 11.400 per kg, maka selanjutnya Pertamina akan menaikkan harga LPG kemasan 12 kg secara bertahap sebesar Rp 500/kg per bulannya sampai mencapai harga keekonomiannya," jelas Wisnuntoro.
(qom/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (49 Komentar)
Baca juga :
- Naikkan Elpiji Mendadak, Pertamina Tidak Fair
- Sebulan Naik Rp 6.000, Harga Elpiji Bisa Tembus Rp 136.800
- Harga Elpiji Bakal Naik Rp 500/kg Setiap Bulan
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




