Forum Finance
- Coba untuk beranikan DIRI... dek_orekoop
- krisis global... madamadaa
- Bukan Kampanye Politik : ... Realistis
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 11/11/2008 13:52 WIB
Jangan Tergiur Bunga Tinggi! -
Sabtu, 08/11/2008 16:45 WIB
Prospek Properti di Tengah Krisis -
Kamis, 30/10/2008 09:02 WIB
Jangan Taruh Investasi dalam Satu Keranjang -
Selasa, 21/10/2008 12:36 WIB
Benarkah Triliunan Dolar Dana Lenyap dari Pasar Saham? -
Rabu, 15/10/2008 07:17 WIB
Apa Saja Investasi ala Orang Indonesia? -
Selasa, 14/10/2008 07:45 WIB
Ekspansi Usaha? Nanti Dulu...
Indeks Berita
Rabu, 27/08/2008 10:48 WIB
Saham Pilihan untuk Bulan Puasa
Irna Gustia - detikFinance
(Foto: Indro-detikFinance)
Pengamat saham Alfiansyah menilai perdagangan saham di bulan puasa kali ini tidak banyak berubah seperti hari-hari sebelumnya. Terlebih puasa kali ini jatuh di akhir triwulan III dan memasuki triwulan IV. Masa ketika pasar saham lebih bergairah karena menjelang tutup tahun.
"Jadi tidak ada alasan mengurangi belanja saham di bulan puasa, karena jam perdagangan tidak berubah dan juga tidak mengganggu ibadah," kata Alfian ketika dihubungi detikFinance, Rabu (27/8/2008).
Kebutuhan konsumsi yang tinggi di bulan puasa juga menjadi peluang emiten-emiten yang bergerak di penyediaan barang kebutuhan bisa meraup untung. Kondisi ini akan dimanfaatkan oleh pelaku pasar untuk berburu saham-saham yang terkait dengan konsumsi.
Alfian melihat makanan, minyak goreng, tepung terigu, sandang dan otomotif akan mengalami kenaikan permintaan. Buntutnya, emiten-emiten yang bermain di sektor ini bakal menjadi idola selama bulan puasa.
Saham-saham seperti Indofood Sukses Makmur (INDF), Matahari Putera Prima (MPPA), SMART, Astra Agro Lestari (AALI), Astra Internasional (ASII) dan perusahaan pembiayaan bisa dikoleksi.
"Tapi tetap harus memperhatikan likuiditas saham yang bersangkutan sehingga ketika akan keluar tidak sulit," katanya.
Alfian membandingkan saham di sektor makanan seperti Indofood dan Mayora (MYOR), yang keduanya akan mengalami kenaikan permintaan. "Tapi jika dilihat likuiditasnya, maka saham Indofood lebih disarankan," kata Alfian.
Begitu juga dengan saham ritel seperti Matahari Putra Prima, Ramayana Lestari Sentosa dan Hero Supermarket, maka direkomendasikan untuk memilih yang likuditasnya tinggi.
"Matahari kinerjanya belakangan cukup baik, sedangkan Ramayana mulai turun pesonanya. Untuk Hero meskipun cukup bagus tapi karena kepemilikan saham publiknya sangat kecil membuat investor takut tidak bisa keluar ketika membeli saham ini," katanya.
Saham perkebunan terutama yang miliki produksi minyak goreng seperti SMART dan AALI juga bisa jadi pilihan. "Karena kebutuhan minyak goreng akan naik tajam," ujarnya.
Sedangkan di saham otomotif, investordi perkirakan akan terus berburu saham ASII dibandingkan misalnya dengan Indomobil (IMAS). Maraknya pembelian kendaraan untuk kebutuhan lebaran juga akan dinikmati perusahaan pembiayaan. Saham-saham di sektor ini seperti Adira (ADMF), WOM Finance (WOMF) atau Tunas Ridean (TURI) bisa jadi pertimbangan.
Di luar sektor-sektor itu, Alfian melihat saham energi dan perkebunan tetap menjadi sorotan utama pelaku pasar seiring fluktuasi harga minyak yang terus berlanjut.
(ir/qom)
Komentar terkini (2 Komentar)
Baca juga :
Informasi Pemasangan Iklan:hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
