Forum Finance
- [info]deposito standard c... StanChart
- Apa yang menyebabkan kris... OmniScience
- Kapan upiah menguat????... fuajuar
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Senin, 17/11/2008 15:54 WIB
IPEI: Pialang Saham Jangan Takut Karena Kasus Erick -
Kamis, 30/10/2008 07:01 WIB
Wawancara CEO Goodyear
Memetik Untung di Tengah Krisis -
Kamis, 16/10/2008 09:02 WIB
Wawancara Warwick Brady
Mandala Airlines Bangkit di Usia Lawas -
Jumat, 26/09/2008 10:03 WIB
Wawancara Erwin Aksa
Geliat Bosowa di Indonesia Timur -
Kamis, 18/09/2008 08:20 WIB
Wawancara CEO Stanchart:
Masih Optimistis untuk Indonesia -
Selasa, 09/09/2008 08:36 WIB
Wawancara GT Soerbakti
Lorena, Piawai di Darat Bersiap ke Udara
Indeks Berita
Rabu, 27/08/2008 13:26 WIB
Wawancara Nyoman Tjager
Fokus Pertama untuk IT BEI
Indro Bagus SU - detikFinance
(Foto: Indro-detikFinance)
Nyoman mengisi kursi komisaris utama BEI yang sempat kosong sekitar dua bulan pasca mundurnya Darmin Nasution. Meski belum pernah menjadi pelaku pasar secara langsung, Nyoman adalah orang lama yang telah melalang buana di banyak lembaga birokrasi negara. Sebut saja Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) hingga Kementerian BUMN pernah dijamah olehnya.
Apa yang akan dilakukan Nyoman setelah menjadi komut BEI. Berikut hasil wawancara detikFinance dengan I Nyoman Tjager usai RUPSLB BEI di hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (27/8/2008).
Bagaimana rasanya menjadi bagian dari BEI?
Tentu saja senang sekali bisa kembali bergabung dengan teman-teman pasar modal.
Sebelum di BEI, pernah duduk di lembaga mana saja?
Saya lama di birokrasi. Saya pernah di Bapepam, BKPM kemudian pernah juga di Kementerian BUMN.
Apa rencana ke depan dengan Bursa Efek Indonesia?
Wah kalau soal itu belum secara detail ya, karena saya kan baru saja terpilih. Namun tentunya akan melakukan koordinasi dengan jajaran dewan komisaris lainnya seperti pak Johnny Darmawan dan sebagainya. Dan tentunya mendukung apa yang telah tim direksi dan manajemen programkan.
Fokusnya apa?
Sebagai tahap awal tentunya kami sebagai dewan komisaris akan mengawasi rencana direksi dan manajemen dalam mengembangkan sistem IT.
Selain masalah IT, apa fokus lainnya?
Tentunya mengembangkan pasar modal Indonesia agar bisa mencakup lebih luas lagi, sebagaimana telah menjadi program direksi dan manajemen. Misinya kan membuat perdagangan pasar modal regional antar negara ASEAN. Sebagai dewan komisaris tentu kami akan mendukung sekaligus mengawasi rencana tersebut agar dapat berjalan dengan baik.
Mengenai kondisi pasar modal sekarang bagaimana?
Saya lihat pasar modal Indonesia masih bagus. Kalau belakangan ini agak turun itu lebih kepada faktor kondisi global. Memang pasar modal di seluruh dunia sedang mengalami guncangan-guncangan. Tapi secara umum masih baik.
Selama ini kan pasar modal Indonesia lebih didorong oleh saham-saham komoditas. Ada rencana untuk mengembangkan yang lain?
Tentu sangat baik jika bisa diseimbangkan antara saham-saham komoditas dan yang lainnya. Tapi itu kan mekanisme pasarnya memang sedang mengarah kesana. Jadi yang bisa kami lakukan hanya mengupayakan, tapi semuanya kan tergantung pasar.
Mengenai BUMN-BUMN yang akan IPO?
Saya kira cukup bagus. BUMN-BUMN kita kan cukup baik. Jadi kalau memang banyak yang diprivatisasi atau IPO tentu akan menambah portofolio pasar modal Indonesia. Malah mungkin dengan banyaknya BUMN yang IPO bisa mendorong pasar modal lebih atraktif lagi.
Jadi optimistis dengan pasar modal Indonesia?
Ya tentu saja kami optimistis, pasar modal Indonesia dapat berkembang seperti yang diharapkan.(dro/ir)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Truba Ingin Punya Bisnis Terpadu
- Wawancara Setiawan Djodi
Mafia Minyak si Biang Krisis - Peringkat Reksa Dana di Mata Pefindo
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
