Forum Finance
- The market is manipulated... investor1
- Chinese Government Wants ... investor1
- Bernanke Threatens US Eco... investor1
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 03/07/2009 16:33 WIB
Presiden Belum Ajukan Calon Gubernur BI Hingga DPR Reses -
Jumat, 03/07/2009 12:54 WIB
BI: Permodalan Bank Masih Baik, CAR Capai 17,3% -
Jumat, 03/07/2009 12:34 WIB
Cadangan Devisa RI Turun Tipis -
Jumat, 03/07/2009 12:07 WIB
BI Rate Dipangkas Jadi 6,75% -
Jumat, 03/07/2009 10:29 WIB
Bank Wajib Teliti Nasabah yang Namanya Mirip Nama Teroris -
Kamis, 02/07/2009 18:23 WIB
BI Imbau Bank Tidak Taruh Dana di Instrumen Jangka Panjang
Indeks Berita
Kamis, 28/08/2008 12:59 WIB
ORI Tak Laku Karena Ada Deposito Berbunga Hingga 12%
Wahyu Daniel - detikFinance

Jakarta -
Sejumlah bank menawarkan suku bunga yang menggiurkan hingga 12%. Tak heran, Obligasi Ritel Indonesia (ORI) seri ORI005 yang hanya menawarkan kupon 11,45% tak laku.
Namun Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto mengingatkan, perang suku bunga deposito ini beresiko bagi nasabah. Menurutnya, perang suku bunga yang terjadi saat ini memang akibat seretnya likuiditas, sehingga perbankan berlomba-lomba menawarkan suku bunga menarik untuk menyerap dana dari masyarakat.
"Sebagai contoh, ada informasi bahwa beberapa bank menawarkan deposito untuk Rp 5 miliar dan jangka waktu 6 bulan dengan bunga 12%, sementara ORI005 memberikan kupon 11.45% untuk 5 tahun. Tingkat bunga penjaminan LPS 8,75%. Siapa yg dirugikan? Nasabah bank. Karena jika bank collapse hanya Rp100 juta yang dijamin. Tapi karena bunga deposito 12% sedangkan bunga penjaminan LPS hanya 8,75%, maka seluruh depositonya, berapapun jumlahnya akan hilang," urai Rahmat kepada detikFinance, Kamis (28/8/2008).
Dilanjutkannya, jika bank-bank kesulitan karena kredit macet maka perbankan akan meminta Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek dari Bank Indonesia. "Dan akhirnya minta pembiayaan darurat dari APBN melalui penerbitan SUN," imbuh Rahmat.
Sementara menurut Rahmat, instrumen ORI005 masih menjadi alternatif bagi masyarakat untuk berinvestasi aman karena dijamin penuh oleh pemerintah.
Ia menambahkan, ORI005 akan memberikan keuntungan kepada investor mengingat dalam 5 tahun mendatang bunga akan turun karena pemerintah dan BI akan mati-matian mengelola inflasi. '
"Coba lihat dalam asumsi RAPBN 2009, inflasi akan turun, nilai tukar rupiah menguat, bunga turun dan akibatnya harga-harga SUN/ORI005 akan naik. Jadi, perang bunga deposito dapat berakibat hancurnya kepercayaan masyarakat kepada sektor perbankan," paparnya.
Rahmat mengakui bahwa hingga 9 hari masa penawaran, jumlah pesanan ORI005 belum juga menggembirakan karena agen penjual belum maksimal kinerjanya.
"Agen penjualnya banyak yang belum optimal kerjanya. Padahal bunga efektif ORI005 sebenarnya di atas 12% karena dibayarkan bulanan. Agen tidak menjelaskan hal ini," pungkasnya.
(dnl/qom)
Info Kurs,berita financial dan ekonomi.
Ketik: REG ECO kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel, Flexi).
Ketik: REG EKO kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Indosat dan Hutch 3).
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
ORI Tak Laku Karena Ada Deposito Berbunga Hingga 12%
Wahyu Daniel - detikFinance

Namun Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto mengingatkan, perang suku bunga deposito ini beresiko bagi nasabah. Menurutnya, perang suku bunga yang terjadi saat ini memang akibat seretnya likuiditas, sehingga perbankan berlomba-lomba menawarkan suku bunga menarik untuk menyerap dana dari masyarakat.
"Sebagai contoh, ada informasi bahwa beberapa bank menawarkan deposito untuk Rp 5 miliar dan jangka waktu 6 bulan dengan bunga 12%, sementara ORI005 memberikan kupon 11.45% untuk 5 tahun. Tingkat bunga penjaminan LPS 8,75%. Siapa yg dirugikan? Nasabah bank. Karena jika bank collapse hanya Rp100 juta yang dijamin. Tapi karena bunga deposito 12% sedangkan bunga penjaminan LPS hanya 8,75%, maka seluruh depositonya, berapapun jumlahnya akan hilang," urai Rahmat kepada detikFinance, Kamis (28/8/2008).
Dilanjutkannya, jika bank-bank kesulitan karena kredit macet maka perbankan akan meminta Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek dari Bank Indonesia. "Dan akhirnya minta pembiayaan darurat dari APBN melalui penerbitan SUN," imbuh Rahmat.
Sementara menurut Rahmat, instrumen ORI005 masih menjadi alternatif bagi masyarakat untuk berinvestasi aman karena dijamin penuh oleh pemerintah.
Ia menambahkan, ORI005 akan memberikan keuntungan kepada investor mengingat dalam 5 tahun mendatang bunga akan turun karena pemerintah dan BI akan mati-matian mengelola inflasi. '
"Coba lihat dalam asumsi RAPBN 2009, inflasi akan turun, nilai tukar rupiah menguat, bunga turun dan akibatnya harga-harga SUN/ORI005 akan naik. Jadi, perang bunga deposito dapat berakibat hancurnya kepercayaan masyarakat kepada sektor perbankan," paparnya.
Rahmat mengakui bahwa hingga 9 hari masa penawaran, jumlah pesanan ORI005 belum juga menggembirakan karena agen penjual belum maksimal kinerjanya.
"Agen penjualnya banyak yang belum optimal kerjanya. Padahal bunga efektif ORI005 sebenarnya di atas 12% karena dibayarkan bulanan. Agen tidak menjelaskan hal ini," pungkasnya.
(dnl/qom)
Info Kurs,berita financial dan ekonomi.
Ketik: REG ECO kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel, Flexi).
Ketik: REG EKO kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Indosat dan Hutch 3).
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (3 Komentar)
