Berita Lain

Indeks Berita





Kamis, 28/08/2008 17:41 WIB
Kenaikan Elpiji Dorong Inflasi
Anwar Khumaini - detikFinance



Foto: Dok detikcom
Jakarta - Kenaikan harga elpiji mulai 25 Agustus akan mendorong inflasi. Namun penurunan harga-harga lain diharapkan mampu meredam angka inflasi.

Demikian disampaikan Gubernur Bank Indonesia Boediono usai rapat paripurna kabinet di Istana Negara, Jakarta, Kamis (28/8/2008).

"Itu pasti akan mempengaruhi, tapi juga ada produk-produk yang stabil bahkan ada yg turun. Kita lihat nanti, hasil dari semua pendataan," jelas Boediono yang mengaku belum tahu seberapa besar pengaruh kenaikan harga elpiji itu.

Boediono juga menjelaskan, berdasarkan penjelasan dari pihak terkait stok beras cukup dan diperkirakan harganya terus stabil

"Itu sangat penting ya, kalau mau lebaran. Dan yang lain harga bahan pokok itu kayaknya cukup stabil, hanya elpiji yang mungkin ini satu shock karena naik, nanti akan kembali katanya.

Untuk mengatasi inflasi, BI akan menyediakan stok uang tunai yang cukup. "Kalau untuk suplai barang, para menteri yang akan memberikan keterangan," katanya.

BPS sebelumnya mencatat angka inflasi Juli sebesar 1,37% dan 11,9% secara year on year. Inflasi Agustus diperkirakan akan tetap tinggi mengingat kenaikan harga yang menjadi ritual menjelang puasa, plus kenaikan harga elpiji 12 kg sebesar 9,5%.(qom/ddn)

Baca juga :

Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518