Forum Finance
- Ndpbm... alvian19
- Blok Cepu... densol
- Hitung PPh 21 dengan muda... yukfa
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 17:36 WIB
32,5 Juta Orang Indonesia Berada di Level Kemiskinan Ekstrim -
Selasa, 09/02/2010 17:21 WIB
Dicari Hakim Agung Perpajakan -
Selasa, 09/02/2010 16:55 WIB
Pertumbuhan Ekonomi RI 2009 Diproyeksi 4,4-4,5% -
Selasa, 09/02/2010 16:27 WIB
PTPN XIV Masih Cicil Tunggakan Pajak Rp 60 Miliar -
Selasa, 09/02/2010 16:22 WIB
Produsen Terigu Desak Pemerintah Eksekusi BM Anti-Dumping -
Selasa, 09/02/2010 15:58 WIB
Perhutani Siap Bangun 2 Pabrik Gondorukem Rp 160 M
Indeks Berita
Jumat, 29/08/2008 07:04 WIB
Harga Minyak Turun 2,5 Dolar
Nurul Qomariyah - detikFinance

Foto: Reuters
Pada perdagangan Kamis (28/8/2008), kontrak utama New York untuk minyak jenis light pengiriman Oktober merosot 2,56 dolar ke level US$ 115,59 per barel. Sementara minyak jenis Brent pengiriman Oktober juga turun 2,05 dolar ke level US$ 114,17 per barel.
Harga minyak mentah sempat dibuka menguat tajam mendekati US$ 119 per barel setelah badai Gustav diprediksi akan segera menuju ke fasilitas perminyakan di Teluk Meksiko. Pusat Badai Nastional AS mengingatkan bahwa Gustav yang sudah mendatangi Haiti, dan Republik Dominika akan menguat kembali pada Jumat.
Namun harga selanjutnya berbalik arah turun setelah para pialang berspekulasi bahwa badai Gustav tampaknya tidak berdampak signifikan pada produksi di Teluk Meksiko. Produksi minyak di Teluk Meksiko itu menyumbang 26% dari total produksi di AS dan 11% untuk total produksi gas AS.
"Prediksi terakhir untuk badai tropis Gustav menggambarkan lebih rendahnya kemungkinan terjadinya gangguan utama pada produksi minyak," jelas Al Goldman, analis dari Wachovia Securities seperti dikutip dari AFP, Jumat (29/8/2008).
Wall Street Menguat
Sementara saham-saham di bursa Wall Street tetap menguat setelah penurunan harga minyak tersebut dan juga keluarnya data pertumbuhan ekonomi.
Data yang dirilis pemerintah menunjukkan bahwa ekspor telah membantu pertumbuhan ekonomi AS yang mencapai 3,3% selama kuartal II. Angka itu lebih tinggi dari perkiraan analis sebesar 1,9% dan perbaikan dari data pada kuartal I yang hanya 0,9%.
Indeks Dow Jones ditutup naik 212,67 poin (1,85%) ke level 11.715,18, Nasdaq naik 29,18 poin (1,22%) ke level 2.411,64 dan S&P naik 19,02 poin (1,48%) ke level 1.300,68.
"Ini adalah data yang sangat mengejutkan dan diharapkan dapat mengakhiri diskusi tentang resesi, paling tidak untuk sekarang," ujar Joel Naroff, analis dari Naroff Economic Advisors. (qom/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (2 Komentar)
Baca juga :
- Gustav Lontarkan Harga Minyak
- Harga Minyak Catat Penurunan Terbesar Sejak Tahun 2004
- Minyak Meroket Lagi ke US$ 122
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



