Forum Finance
- [info]deposito standard c... StanChart
- Apa yang menyebabkan kris... OmniScience
- Kapan upiah menguat????... fuajuar
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Rabu, 03/12/2008 19:03 WIB
Penduduk Tambah Banyak, Properti Masih Tumbuh Hingga 2050 -
Rabu, 03/12/2008 18:24 WIB
PLN Kantongi Pinjaman US$ 262 Juta untuk PLTU Rembang -
Rabu, 03/12/2008 17:44 WIB
PHK Capai 66.603 Orang, DKI Jakarta Catat Angka Tertinggi -
Rabu, 03/12/2008 17:35 WIB
PTBA Serahkan Trans Sriwijaya ke PT KA -
Rabu, 03/12/2008 17:08 WIB
Joint Venture PTBA dan PT KA Terganjal Pajak -
Rabu, 03/12/2008 17:02 WIB
Menkeu: Kurang Konkret Apa Coba?
Indeks Berita
Jumat, 29/08/2008 07:04 WIB
Harga Minyak Turun 2,5 Dolar
Nurul Qomariyah - detikFinance

Foto: Reuters
Pada perdagangan Kamis (28/8/2008), kontrak utama New York untuk minyak jenis light pengiriman Oktober merosot 2,56 dolar ke level US$ 115,59 per barel. Sementara minyak jenis Brent pengiriman Oktober juga turun 2,05 dolar ke level US$ 114,17 per barel.
Harga minyak mentah sempat dibuka menguat tajam mendekati US$ 119 per barel setelah badai Gustav diprediksi akan segera menuju ke fasilitas perminyakan di Teluk Meksiko. Pusat Badai Nastional AS mengingatkan bahwa Gustav yang sudah mendatangi Haiti, dan Republik Dominika akan menguat kembali pada Jumat.
Namun harga selanjutnya berbalik arah turun setelah para pialang berspekulasi bahwa badai Gustav tampaknya tidak berdampak signifikan pada produksi di Teluk Meksiko. Produksi minyak di Teluk Meksiko itu menyumbang 26% dari total produksi di AS dan 11% untuk total produksi gas AS.
"Prediksi terakhir untuk badai tropis Gustav menggambarkan lebih rendahnya kemungkinan terjadinya gangguan utama pada produksi minyak," jelas Al Goldman, analis dari Wachovia Securities seperti dikutip dari AFP, Jumat (29/8/2008).
Wall Street Menguat
Sementara saham-saham di bursa Wall Street tetap menguat setelah penurunan harga minyak tersebut dan juga keluarnya data pertumbuhan ekonomi.
Data yang dirilis pemerintah menunjukkan bahwa ekspor telah membantu pertumbuhan ekonomi AS yang mencapai 3,3% selama kuartal II. Angka itu lebih tinggi dari perkiraan analis sebesar 1,9% dan perbaikan dari data pada kuartal I yang hanya 0,9%.
Indeks Dow Jones ditutup naik 212,67 poin (1,85%) ke level 11.715,18, Nasdaq naik 29,18 poin (1,22%) ke level 2.411,64 dan S&P naik 19,02 poin (1,48%) ke level 1.300,68.
"Ini adalah data yang sangat mengejutkan dan diharapkan dapat mengakhiri diskusi tentang resesi, paling tidak untuk sekarang," ujar Joel Naroff, analis dari Naroff Economic Advisors.(qom/qom)
Komentar terkini (2 Komentar)
Baca juga :
- Gustav Lontarkan Harga Minyak
- Harga Minyak Catat Penurunan Terbesar Sejak Tahun 2004
- Minyak Meroket Lagi ke US$ 122
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
