Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Senin, 15/03/2010 19:46 WIB
Buka Rute Jakarta-Medan, Citilink Ambil Pasar Adam Air -
Senin, 15/03/2010 16:40 WIB
Kembangkan Sektor Pangan dan Energi, RI Gandeng Australia -
Senin, 15/03/2010 16:30 WIB
Harga Pertamax Cs Naik Rp 200-500 Per Liter -
Senin, 15/03/2010 16:30 WIB
Rangkap Jabatan Komisaris BUMN Dijamin Tak Picu Kartel -
Senin, 15/03/2010 16:10 WIB
Hatta: Kalau Mampu Jangan Beli Premium -
Senin, 15/03/2010 15:28 WIB
Pemerintah Tanggung Bea Masuk Impor Barang Telekomunikasi
Indeks Berita
Jumat, 29/08/2008 07:32 WIB
Pertamina Tambah Impor Premium 2 Juta Barel bulan September
Alih Istik Wahyuni - detikFinance

Foto: Dadan K/detikcom
Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya menjelaskan, jika biasanya impor premium hanya sekitar 3 juta barel, maka pada bulan September impornya bisa mencapai 5 juta barel.
"Kita sudah tambah impor premium cukup besar. Kita sudah siapkan kebutuhan Lebaran.
September naik built up stok. Untuk September mendekati 5 juta barel," ujarnya usai
raker Menteri ESDM dengan Komisi VII, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Kamis (28/8/2008) malam.
Dengan tambahan impor tersebut, maka stok nasional akan dijaga diatas 20 hari hingga
nuansa Lebaran usai.
Tambahan impor premium dimaksudkan untuk mengantisipasi kenaikan penggunaan kendaraan saat mudik, arus Lebaran dan arus balik. Biasanya pada saat-saat seperti ini konsumsi naik sekitar 10-12%. Selain itu, tambahan impor juga dilakukan untuk menambal penurunan produksi dari kilang Balongan yang harus dirawat.
"Pas Lebaran naik 10-12%, terutama untuk premium. Karena banyak penggunaan mobil pribadi. Sementara solar naik juga naik, tapi hanya 5%. Biasanya digunakan bis-bis antar kota," katanya.
Peningkatan konsumsi premium, menurut Hanung, sudah terlihat bahkan setelah pemerintah menaikkan harga BBM subsidi.
Jika biasanya konsumsi premium hanya 52 ribu KL, maka kini naik 10% menjadi 56-58 ribu KL dan pada Lebaran bisa mencapai 70 ribu KL. "Kalau analisa kami, mungkin karena sebaran SPBU. Kendaraan jumlah," katanya.
(lih/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (8 Komentar)
Baca juga :
- Pertamina Pasrah Bisnis Hilirnya Rugi
- PLN Utang BBM Rp 40 Triliun ke Pertamina
- Margin Distribusi BBM Turun Lagi
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




