Forum Finance
- Coba untuk beranikan DIRI... dek_orekoop
- krisis global... madamadaa
- Bukan Kampanye Politik : ... Realistis
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 20/11/2008 21:39 WIB
Rencana Ekspansi PKT Terhambat -
Kamis, 20/11/2008 21:34 WIB
Minyak Anjlok di Bawah US$ 50 -
Kamis, 20/11/2008 19:05 WIB
Pasokan Pupuk Urea PKT Aman -
Kamis, 20/11/2008 18:55 WIB
RI Siap Ekspor Gula di 2009 -
Kamis, 20/11/2008 17:16 WIB
300.000 Pelanggan PLN di Kaltim Byar Pet Akibat Krisis Gas -
Kamis, 20/11/2008 16:37 WIB
13.000 Karyawan Masuk Daftar Tunggu PHK
Indeks Berita
Jumat, 29/08/2008 07:32 WIB
Pertamina Tambah Impor Premium 2 Juta Barel bulan September
Alih Istik Wahyuni - detikFinance

Foto: Dadan K/detikcom
Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya menjelaskan, jika biasanya impor premium hanya sekitar 3 juta barel, maka pada bulan September impornya bisa mencapai 5 juta barel.
"Kita sudah tambah impor premium cukup besar. Kita sudah siapkan kebutuhan Lebaran.
September naik built up stok. Untuk September mendekati 5 juta barel," ujarnya usai
raker Menteri ESDM dengan Komisi VII, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Kamis (28/8/2008) malam.
Dengan tambahan impor tersebut, maka stok nasional akan dijaga diatas 20 hari hingga
nuansa Lebaran usai.
Tambahan impor premium dimaksudkan untuk mengantisipasi kenaikan penggunaan kendaraan saat mudik, arus Lebaran dan arus balik. Biasanya pada saat-saat seperti ini konsumsi naik sekitar 10-12%. Selain itu, tambahan impor juga dilakukan untuk menambal penurunan produksi dari kilang Balongan yang harus dirawat.
"Pas Lebaran naik 10-12%, terutama untuk premium. Karena banyak penggunaan mobil pribadi. Sementara solar naik juga naik, tapi hanya 5%. Biasanya digunakan bis-bis antar kota," katanya.
Peningkatan konsumsi premium, menurut Hanung, sudah terlihat bahkan setelah pemerintah menaikkan harga BBM subsidi.
Jika biasanya konsumsi premium hanya 52 ribu KL, maka kini naik 10% menjadi 56-58 ribu KL dan pada Lebaran bisa mencapai 70 ribu KL. "Kalau analisa kami, mungkin karena sebaran SPBU. Kendaraan jumlah," katanya.
(lih/qom)
Komentar terkini (8 Komentar)
Baca juga :
- Pertamina Pasrah Bisnis Hilirnya Rugi
- PLN Utang BBM Rp 40 Triliun ke Pertamina
- Margin Distribusi BBM Turun Lagi
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
