Forum Finance
- [info]deposito standard c... StanChart
- Apa yang menyebabkan kris... OmniScience
- Kapan upiah menguat????... fuajuar
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Rabu, 03/12/2008 17:43 WIB
Review IHSG: Tipis Saja -
Rabu, 03/12/2008 17:35 WIB
Saham Kliring Berjangka Bisa Dijual -
Rabu, 03/12/2008 17:24 WIB
Rupiah Tutup di 11.900/US$ -
Rabu, 03/12/2008 17:01 WIB
Bakrie Bantah TPG Mundur dari Kesepakatan -
Rabu, 03/12/2008 16:10 WIB
Transaksi IHSG Sangat Tipis di Bawah Rp 1 Triliun -
Rabu, 03/12/2008 15:39 WIB
Bakrie Kebut Selesaikan Utang ke ICICI
Indeks Berita
Jumat, 29/08/2008 08:15 WIB
Ratu Prabu Siapkan Obligasi Global US$ 150 Juta
Nurul Qomariyah - detikFinance
Direktur Keuangan ARTI Gemilang Zaharin mengatakan, pihaknya sudah menunjuk lead underwriter namun namanya belum bisa diumumkan.
Ia menjelaskan, bisnia migas perseroan memberi kontribusi pendapatan terbesar. Sementara bisnis properti menyumbang pendapatan kurang dari 1%. Perseroan saat ini memiliki dua gedung perkantoran di wilayah TB Simatupang, yaitu Ratu Prabu I dan II.
"Kami juga ingin membangun apartemen dan hotel berbintang. Karena Ratu Prabu Energi ingin fokus bisnis migas, unit usaha properti nantinya bakal dikelola oleh perusahaan tersendiri dan dijadikan sebagai anak usaha," ujarnya dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Jumat (29/8/2008).
Gemilang menambahkan, untuk pengembangan proyek properti membutuhkan dana senilai US$ 300 juta hingga 2009. Dana bersumber dari internal, pinjaman, dan hasil penawaran umum perdana (IPO) anak usaha properti setelah perusahaan baru terbentuk.
ARTI menargetkan laba bersihnya bisa melonjak hingga 10% pada tahun 2008 menyusul peningkatan kapasitas produksi migas.
Produksi migas perseroan diharapkan naik setelah rampungnya akuisisi perusahaan migas, PT Bangadua Petroleum di Jatibarang, Cirebon pada Oktober 2007. Saat ini kapasitas Bangadua Petroleum mencapai lebih dari 2 juta kaki kubik per tahun.
"Kapasitas produksinya akan ditingkatkan hingga 10-15 juta kaki kubik per tahun ke depan. Dengan demikian, kami yakin, pendapatan hingga akhir tahun naik tajam setelah digabung dengan total produksi perseroan," kata Dirut Ratu Prabu Energy Bur Maras.
Produksi migas perseroan kini mencapai 1.300-1.400 per barel yang terdapat di daerah Arab, Raja, dan Dewa, ketiganya di Provinsi Sumatera Selatan. Guna memproduksi migas tersebut, perseroan berkerja sama dengan PT Pertamina lewat joint operation body (JOB).
"Kami juga masih menjajaki akuisisi beberapa ladang migas di wilayah Sumatera dan Irian," tambahnya.
Prabu Ratu Energy menguasai 75% saham Bangadua Petroleum, sisanya perusahaan Kanada, dan perorangan. Nilai akuisisi mencapai US$ 15 juta. Pendanaan bersumber dari internal dan perbankan.
Hingga semester I-2008, perseroan membukukan pendapatan Rp 347,64 miliar dan laba usaha Rp 167,07 miliar. Sedangkan laba bersih tercatat Rp 150,18 miliar.
Di samping akuisisi, lanjut dia, perseroan berupaya mengoptimalkan kapasitas produksi di Sumsel melalui site-track drilling. Sebab, semua sumur di wilayah tersebut belum berproduksi optimal, sehingga diperlukan work over dan pengeboran baru. Nilai investasi ditaksir mencapai US$ 150 juta dan pelaksanaan akan dimulai Oktober mendatang.
Guna meningkatkan kinerja keuangan dan kegiatan jasa, perseeroan berniat membeli dua unit drilling rig baru dari Amerika Serikat senilai US$ 35 juta. Sebagian besar dana diperoleh dari bank, sisanya internal perusahaan.
"Selain digunakan sendiri, kami juga menyewakan rigs tersebut kepada perusahaan migas. Sebab, permintaan masih cukup besar. Jadi, perseroan terus fokus mengembangkan bisnis migas terkait ke depan," jelas dia.
PT Ratu Prabu kini menguasai 78,36% saham Rabu Prabu Energy. Sisanya dimiliki investor publik baik lokal dan asing.(qom/ir)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
Informasi Pemasangan Iklan:hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
