Berita Lain

Indeks Berita





Jumat, 29/08/2008 15:44 WIB
Jepang Keluarkan Paket Ekonomi Senilai Rp 985 Triliun
Nurul Qomariyah - detikFinance



Gedung Bertingkat di Tokyo (Foto: Nurul/detikcom)
Tokyo - Setelah Amerika Serikat (AS), kini giliran Jepang mengeluarkan paket stimulus ekonomi senilai 11,7 triliun yen (US$ 107 miliar) atau sekitar Rp 985 triliun. Paket ekonomi mahal itu ditujukan untuk meredam dampak melonjaknya harga-harga energi dan ancaman resesi.

Didalam paket stimulus fiskal itu termasuk pula langkah untuk membantu konsumen, perusahaan-perusahaan dan petani dalam menghadapi tingginya biaya bahan bakar. Salah satunya adalah dengan memberikan fasilitas pinjaman lunak bagi perusahaan-perusahaan yang terbelit kredit bermasalah.

"Paket ini tidak sekali jalan, namun ditujukan untuk terus mendukung perekonomian Jepang dan juga kehidupan masyarakat," ujar Menteri Kebijakan Ekonomidan Fiskal Jepang, Kaoru Yosano seperti dikutip dari AFP, Jumat (29/8/2008).

Termasuk di dalam paket stimulus ini adalah bantuan agar warga bisa mendapatkan pekerjaan, mendorong sektor pertanian, mengurangi biaya jalan bebas hambatan dan memberikan jaminan pinjaman untuk UKM yang selama ini kesulitan mendapatkan akses pendanaan.

Paket stimulus fiskal ini juga bertujuan untuk mendorong penggunaan teknologi hemat energi dan memberikan dukungan bagi orang tua baru sekaligus pemeliharaan kesehatan.

Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda mengumumkan paket stimulus fiskal ini sesaat setelah me-reshuffle kabinetnya pada awal bulan ini. Langkah ini ditujukan untuk mengembalikan rating PM Fukuda yang sempat turun.

Pemerintah Jepang sebelumnya telah mendapat kritikan tajam dari partai koalisi agar menyuntikkan lebih banyak dana publik ke perekonomian.

Inflasi Tertinggi dalam 10 Tahun

Sementara itu, setelah sekian lama dirundung deflasi, Jepang akhirnya bisa mencatat inflasi. Namun pada Juli, Jepang justru mencatat inflasi hingga 2,4% yang sekaligus merupakan yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Pada bulan sebelumnya, inflasi hanya tercatat 1,9%.

Inflasi ini merupakan yang terbesar setelah inflasi Oktober 1997 yang mencapai 2,4%. Jepang sebelumnya sempat terbelit deflasi, namun selanjutnya mengalami inflasi akibat tingginya harga minyak.(qom/ir)
Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk

Baca juga :

Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518