Forum Finance
- Coba untuk beranikan DIRI... dek_orekoop
- krisis global... madamadaa
- Bukan Kampanye Politik : ... Realistis
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 21/11/2008 12:10 WIB
Awas, Serbuan Tenaga Kerja Asing! -
Jumat, 21/11/2008 07:04 WIB
Ekonomi RI akan Melambat, Hanya Tumbuh 4,84% di 2009 -
Kamis, 20/11/2008 21:39 WIB
Rencana Ekspansi PKT Terhambat -
Kamis, 20/11/2008 21:34 WIB
Minyak Anjlok di Bawah US$ 50 -
Kamis, 20/11/2008 19:05 WIB
Pasokan Pupuk Urea PKT Aman -
Kamis, 20/11/2008 18:55 WIB
RI Siap Ekspor Gula di 2009
Indeks Berita
Jumat, 29/08/2008 16:30 WIB
Biaya Operasional Mal Membengkak 10%
Suhendra - detikFinance

(Foto: Wahyu-detikFinance)
Kalangan peritel juga mengeluhkan adanya penerapan sanksi penerapan SKB penghematan energi. Hal ini disampaikan oleh CEO Senayan City Handaka Santosa saat dihubungi detikFinance, Jumat (29/8/2008).
"Ketika kita menghitung-hitung penerapannya 5 jam sekali seminggu beberapa waktu lalu, itu bisa menambah biaya operasional 25%, tapi kalau 3 jam saya kira sekitar 10%," kata Handaka.
Ia menambahkan besaran pembengkakan biaya operasional setiap mal berbeda, sangat tergantung dengan berapa daya listrik genset yang dipakai.
Dikatakannya pembengkakan biaya operasional mal disebabkan biaya listrik lebih murah dengan biaya penggunaan genset. Maklum harga solar yang tidak murah menjadi faktor selisih biaya yang harus dikeluarkan oleh setiap pengelola cukup jauh.
Handaka mengutarakan dengan adanya pembengkakan biaya ini, pihaknya akan benar-benar mengetatkan ikat pinggang dalam banyak hal seperti menekan penerangan mal, suhu pendingin ruangan dan lain-lain.
Mengenai, pasokan solar dari Pertamina ia mengharapkan agar suplainya bisa terjaga, karena pengelola tidak mau dipusingkan dengan masalah-masalah pasokan yang tersendat, padahal mereka juga telah direpotkan dengan penggunaan genset.
"Pada dasarnya kita mendukung, tapi soal sanksi kita menolaknya, kita harus menanggung persoalan yang disebabkan oleh PLN, ini tidak seharusnya," serunya.(hen/ir)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Hotel dan Mal Wajib Pakai Genset 3 Jam Sepekan
- Mal Hanya Wajib Pakai Genset Sekali dalam Seminggu
- PLN dan Pengusaha Mal Belum Sepakat soal Penghematan Listrik
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
