Forum Finance
- [info]deposito standard c... StanChart
- Apa yang menyebabkan kris... OmniScience
- Kapan upiah menguat????... fuajuar
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Rabu, 03/12/2008 18:24 WIB
Bank Mandiri Nobatkan 6 Wirausaha Muda Mandiri -
Rabu, 03/12/2008 16:50 WIB
Mandiri Pilih Buka Cabang Sendiri Ketimbang Akuisisi Bank Century -
Rabu, 03/12/2008 16:13 WIB
Bank Mandiri Tahan Seluruh Kredit ke BPR -
Rabu, 03/12/2008 15:53 WIB
Jamsostek Tambah Porsi Investasi Deposito 2009 -
Rabu, 03/12/2008 15:30 WIB
Jamsostek Minta Pencairan Klaim Jadi Satu Bulan -
Rabu, 03/12/2008 14:49 WIB
Suntik Century, Aset LPS Tidak Turun
Indeks Berita
Jumat, 29/08/2008 17:35 WIB
Asosiasi Pengelola Risiko Bank Diresmikan
Dadan Kuswaraharja - detikFinance

Aktivitas di Bank (dok detikcom)
Organisasi BARa ini menjadi bagian dari Ikatan Bankir Indonesia (IBI) seperti halnya Ikatan Auditor Intern Bank (IAIB), Certified Wealth Manager Association(CWMA) dan Association Cambiste Internationale (ACI) Indonesia Forexindo.
Ketua BARa terpilih yakni Sentot A. Sentausa yang juga direktur Bank Mandiri, yang didampingi Pardi Sudradjat (direktur eksekutif).
Wadah tersebut akan menjadi sarana komunikasi dan ajang kerjasama para bankir dalam penerapan konsep manajemen risiko secara efektif, khususnya para bankir yang bertugas dan bertanggungjawab atas penerapan manajemen risiko di masing-masing bank.
Organisasi BARa ini akan menjadi lembaga nirlaba, non-politis dan selalu berorientasi pada kepentingan dunia perbankan di Indonesia khususnya di bidang penerapan manajemen risiko.
"Diharapkan organisasi ini akan segera dirasakan manfaatnya baik bagi para banker maupun industri perbankan secara umum, dan dapat berfungsi sebagai sarana untuk menyampaikan aspirasi perbankan di Indonesia dalam memberikan masukan kepada regulator," ujar Sentot dalam siaran persnya, Jumat (29/8/2008).
Penerapan manajemen risiko di perbankan Indonesia masih merupakan tantangan tersendiri, untuk dapat menciptakan industri perbankan yang sehat namun tetap dapat menjaga daya saingnya.
Hal ini juga sejalan dengan rencana penerapan Arsitektur Perbankan Indonesia yang sudah diluncurkan tanggal 9 Januari 2004. Khusus pemenuhan modal minimum bank umum sebesar Rp 100 miliar, akan diterapkan pada tahun 2010.
Tantangan lainnya adalah Implementasi Basel II yang direncanakan mulai diterapkan di Indonesia pada tahun 2009 secara bertahap, diharapkan dapat menjadikan perbankan di Indonesia mengacu pada best practices penerapan manajemen risiko saat ini.(ddn/qom)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Perbankan Jaga Pesona Deposito
- Bank Harus Jelaskan Deposito yang Lebih Tinggi dari LPS
- Bank Agroniaga Cari Investor Baru
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
