Forum Finance
- [info]deposito standard c... StanChart
- Apa yang menyebabkan kris... OmniScience
- Kapan upiah menguat????... fuajuar
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Rabu, 03/12/2008 19:03 WIB
Penduduk Tambah Banyak, Properti Masih Tumbuh Hingga 2050 -
Rabu, 03/12/2008 18:24 WIB
PLN Kantongi Pinjaman US$ 262 Juta untuk PLTU Rembang -
Rabu, 03/12/2008 17:44 WIB
PHK Capai 66.603 Orang, DKI Jakarta Catat Angka Tertinggi -
Rabu, 03/12/2008 17:35 WIB
PTBA Serahkan Trans Sriwijaya ke PT KA -
Rabu, 03/12/2008 17:08 WIB
Joint Venture PTBA dan PT KA Terganjal Pajak -
Rabu, 03/12/2008 17:02 WIB
Menkeu: Kurang Konkret Apa Coba?
Indeks Berita
Jumat, 29/08/2008 17:43 WIB
Industri 24 Jam Juga Wajib Kurangi Listrik Saat Beban Puncak
Alih Istik Wahyuni - detikFinance

Foto: Krakatau Steel
Direktur Jawa Bali Madura PLN Murtaqi Syamsuddin menjelaskan, sekitar 51 industri skala besar di Jawa Bali sudah berkomitmen untuk mengalihkan beban listriknya dari jam beban puncak ke jam di luar beban puncak.
"Dulu memang industri ini tidak kena SKB pengalihan, tapi ternyata masih ada peluang untuk penghematan. Caranya dengan mengubah sistem produksinya. Produksi pada beban puncak dikurangi sekitar 20% misalnya, tapi pada jam lain bisa dinaikkan," ujarnya usai seminar nasional di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat (29/8/2008).
Menurut Murtaqi, saat ini sudah ada beberapa industri yang sudah mulai melakukan, seperti industri di Cirebon dan Banten.
Pengalihan beban listrik oleh industri yang beroperasi non stop ini merupakan upaya tambahan untuk mengurangi pemakaian listrik pada beban puncak.
Selain itu, PLN juga meminta pelanggan bisnis seperti mall, hotel dan perkantoran untuk mengalihkan beban listrik PLN ke genset selama 3 jam seminggu di waktu beban puncak. Pengurangan beban yang dihasilkan dari pelanggan bisnis ini mencapai 130 MW.
Sebelumnya, pemerintah melalui SKB 5 menteri juga mengalihkan jam kerja industri dari hari biasa ke hari libur secara bergantian dua minggu sekali. Pengurangan beban yang dihasilkan mencapai 180 MW.
Dari ketiga penghematan tersebut, total pengurangan beban yang dihasilkan mencapai sekitar 430 MW dari target awal yang sebesar 600 MW. Semua pengurangan beban ini akan dilakukan hingga 2009.
"Sisanya kita lakukan dengan upaya efisiensi dan penghematan listrik di masyarakat," ujarnya.
Pengurangan beban menjadi hal yang penting terutama menjelang bulan puasa minggu depan. Karena pada waktu beban puncak di bulan puasa konsumsi listrik diperkirakan akan naik sekitar 2,5%.
"Dengan upaya-upaya pengehamatan di industri, bisnis dan masyarakat, maka seharusnya tidak perlu pemadaman jika pembangkit PLN tidak ada yang terganggu," katanya.
(lih/qom)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Biaya Operasional Mal Membengkak 10%
- Hotel dan Mal Wajib Pakai Genset 3 Jam Sepekan
- Mal Hanya Wajib Pakai Genset Sekali dalam Seminggu
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
