Forum Finance
- [info]deposito standard c... StanChart
- Apa yang menyebabkan kris... OmniScience
- Kapan upiah menguat????... fuajuar
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Rabu, 03/12/2008 19:03 WIB
Penduduk Tambah Banyak, Properti Masih Tumbuh Hingga 2050 -
Rabu, 03/12/2008 18:24 WIB
PLN Kantongi Pinjaman US$ 262 Juta untuk PLTU Rembang -
Rabu, 03/12/2008 17:44 WIB
PHK Capai 66.603 Orang, DKI Jakarta Catat Angka Tertinggi -
Rabu, 03/12/2008 17:35 WIB
PTBA Serahkan Trans Sriwijaya ke PT KA -
Rabu, 03/12/2008 17:08 WIB
Joint Venture PTBA dan PT KA Terganjal Pajak -
Rabu, 03/12/2008 17:02 WIB
Menkeu: Kurang Konkret Apa Coba?
Indeks Berita
Jumat, 29/08/2008 20:36 WIB
Laporan dari Frankfurt
Investasi di RI Sudah Lebih Atraktif
Eddi Santosa - detikFinance

Konjen Eddy: RI Atraktif (E.Santosa/detikcom)
Hal itu disampaikan Konsul Jenderal RI Frankfurt, Eddy Setiabudhi, dalam sambutan Temu Bisnis bertajuk Recent Development, Prospect and Business Opportunity in Indonesia di Intercontinental Hotel, Frankfurt, Jumat (29/8/2008).
"Meskipun secara serius pernah terkena krisis ekonomi (1997-1998), namun Indonesia telah mampu pulih. Kinerja ekonomi keseluruhan pada semester pertama 2008 menunjukkan pertumbuhan melegakan pada 6,4%. Ini angka tertinggi sejak krisis," ujar Eddy.
Hadir pada temu bisnis tersebut antara lain Kepala BKPM Muhammad Lutfi sebagai pembicara utama, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia di London, Deutsche Bank, KBRI Berlin, KJRI Hamburg, dan para CEO perusahaan Jerman.
Ditambahkan bahwa angka inflasi terkendali pada angka 6,5%, sementara realisasi investasi asing mencapai 401 proyek dan domestik 66 proyek. Lebih dari itu nilai mata uang Rupiah stabil. Sedangkan cadangan devisa berada pada capaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, yakni US$60 miliar dan ini masih terus bertambah.
Menurut Eddy, angka-angka itu merupakan capaian cukup besar mengingat dunia menghadapi pengaruh krisis subprime mortgage (AS) dan harga minyak melambung.
"Lembaga-lembaga demokrasi menguat, yang mengarah pada kehidupan bernegara lebih sehat. Pada beberapa tahun terakhir upaya memerangi terorisme juga menunjukkan hasil konkrit," demikian Eddy.
Di samping itu, lanjut Eddy, Indonesia masih memiliki banyak faktor atraktif untuk dipertimbangkan dalam konteks ekonomi secara umum dan secara khusus untuk perdagangan dan investasi.
Temu bisnis ini diselenggarakan KJRI Frankfurt untuk lebih mendorong para investor Jerman menanamkan uangnya di Indonesia. Dari kelompok investor asing terbesar di Indonesia, Jerman saat ini menduduki peringkat ke-11.(es/es)
Baca juga :
- Laporan dari Frankfurt
Investasi di RI Sudah Lebih Atraktif - RI-Qatar Siapkan Kerjasama Energi dan Infrastruktur US$ 1 Miliar
- Pertumbuhan Investasi Dipatok 12,1%, Pengangguran Tinggal 7%
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
