Berita Lain

Indeks Berita





Sabtu, 30/08/2008 00:17 WIB
Laporan dari Frankfurt
Jerman Diharapkan Masuk 3 Besar Investasi di Indonesia
Eddi Santosa - detikFinance



Kepala BKPM M. Lutfi (E.Santosa/detikcom)
Frankfurt - Indonesia sudah jauh lebih kondusif untuk investasi. Jepang, AS, Inggris berebut menanamkan kapital di kisaran 5 Besar. Saat tepat bagi Jerman untuk meningkatkan investasi.

Demikian disampaikan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Muhammad Lutfi dalam Temu Bisnis bertajuk Recent Development, Prospect and Business Opportunity in Indonesia di Intercontinental Hotel, Frankfurt, Jumat (29/8/2008).

Menurut Lutfi, Indonesia kini telah mengubah mindset menjadi lebih pro bisnis, pro pertumbuhan, pro penciptaan lapangan kerja, dan peduli pengentasan kemiskinan.

Kebijakan pemerintah juga menekankan pada transparansi dan akuntabilitas, good governance, dan ekonomi efisien. Pemerintah tegas mengambil sikap zero tolerance terhadap korupsi. Jumlah uang yang telah berhasil diselamatkan tim antikorupsi lebih dari US$ 400 juta.

"Kalau anda menyimak media massa Indonesia saat ini, Anda akan mendapati penindakan kasus-kasus korupsi setiap hari," ujar Lutfi di depan kalangan lembaga keuangan antara lain Deutsche Bank dan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia di London, para CEO perusahaan Jerman, Konjen RI Hamburg Teuku Darmawan dan pejabat KBRI Berlin.

Regulasi


Dikatakan, regulasi di Indonesia kini jauh lebih atraktif. Investor domestik dan asing mendapat perlakuan sama, tidak ada syarat modal minimum, bebas repatriasi investasi dan profit, ada garansi hukum, penyelesaian perselisihan, dan pelayanan investasi.

Fasilitas investasi juga menarik, antara lain hak pengelolaan tanah 95 tahun, hak guna bangunan 80 tahun, dan hak penggunaan tanah 70 tahun. Untuk investor dan tenaga kerja asing juga diberi kemudahan imigrasi dan insentif fiskal.

Indikator dan Posisi


Indikator ekonomi makro Indonesia juga menggembirakan. PDB 6,4%, cadangan devisa US$60,56 miliar, bunga bank 9%, inflasi Januari-Juli 8,85%.

"Foreign Direct Investment (FDI) Confidence Index untuk Indonesia per 2007 juga naik ke ranking 21 di atas Polandia, Asia Tengah, Korea Selatan dan Ceko," tambah Lutfi.

Investasi asing di Indonesia naik 73,19% dari sebelumnya US$5,97 miliar (2006) menjadi US$10,34 miliar (2007). Sementara investasi domestik juga naik 67,80% dari US$2,31 miliar menjadi US$3,87 miliar. Realisasi investasi Januari-Juni 2008 US$11,32 miliar, naik 56,2%.

Menurut Lutfi, dalam daftar 10 Besar negara-negara paling prospektif untuk FDI manufaktur Jepang, Indonesia sudah naik kembali ke posisi ranking 8 di atas Korea dan Taiwan (2007), setelah sebelumnya turun ke ranking 9 (2006).

Kini Jepang berada di posisi teratas 5 Besar investor di Indonesia, disusul Singapura, Mauritius, Inggris dan AS. Jerman sendiri berada di posisi ke-11. "Saya ingin Anda memanfaatkan peluang baik ini dan masuk pada posisi 3 Besar seperti era 90-an," demikian Lutfi.(es/es)

Baca juga :

Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518