Forum Finance
- [info]deposito standard c... StanChart
- Apa yang menyebabkan kris... OmniScience
- Kapan upiah menguat????... fuajuar
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Minggu, 16/11/2008 11:40 WIB
Memulai Usaha dengan Rp 100.000 -
Minggu, 09/11/2008 11:28 WIB
Laundry Jimbo Bidik Anak Kost Hingga Rumah Tangga -
Minggu, 02/11/2008 11:30 WIB
Peluang Emas Usaha Sablon di Musim Pemilu -
Selasa, 28/10/2008 09:34 WIB
Bengkel Motor Satu Atap -
Jumat, 24/10/2008 15:48 WIB
Waralaba, Usaha Alternatif Kala Krisis -
Jumat, 17/10/2008 17:50 WIB
Redupnya Primadona Kelom Geulis
Indeks Berita
Minggu, 31/08/2008 17:01 WIB
Kenaikan Harga Rotan Pangkas Keuntungan Pedagang Parcel
Suhendra - detikFinance

Foto: Suhendra/detikfinance
Para pedagang dan perajin tidak berani menaikan harga jual sesuai dengan kenaikan bahan baku karena masih memperhitungkan daya beli konsumen.
"Harga rotan ada kenaikan semenjak kenaikan BBM, naiknya sampai 30% kita nggak ngikutin kenaikan, nanti pembeli bisa kaget," ujar Jamaludin pemilik Jamal Rotan salah satu toko penjual parcel di kawasan Stasion Cikini yang ditemui detikFinance, Minggu (31/8/2008).
Dengan naiknya harga rotan diakui Jamal, telah menyebabkan kenaikan harga parcel hingga 10% sampai 15% khusus untuk komponen keranjang yang selama ini didominasi oleh rotan. Artinya, kenaikan tersebut tidak mampu menutupi kenaikan harga rotan sebesar 30%.
"Kenaikan rotan mempengaruhi kenaikan harga hingga Rp 15.000 sampai Rp 20.000 per parcel. Sekarang orang masih mantau harga," kata Jamal.
Bahkan selain komponen rotan yang naik, terjadi pula kenaikan komponen harga besi. Untungnya lanjut Jamal, para konsumen kurang tertarik dengan keranjang parcel dari besi.
"Pasar memang lebih senang dengan rotan dari pada besi. Seminggu sebelum puasa orang pesan kerangka, kalau parcelnya nanti satu minggu sebelum lebaran," jelas Jamal.
Jamal hingga kini mampu menjual 100 keranjang parcel dalam sehari, ia memperkirakan detik-detik jelang lebaran akan terjadi lonjakan permintaan hingga 300 keranjang per hari.
Sementara itu, Mila dari Toko Kembar rekan Jamal sesama perajin parcel mengatakan, kenaikan bahan baku cukup menyulitkan posisi para pedagang dan perajin parcel, mengingat posisi tawaran para pembeli sangat rendah.
"Sekarang harga rotan mahal, naiknya bisa 20%-30% tapi kita jual dengan harga lama," ujar Mila.
Senada dengan Jamal dan Mila, Dody pemilik Asnawi Rotan menambahkan bahwa kondisi perajin dan pedagang parcel sekarang ini kondisi kurang bagus, dimana permintaan harga konsumen sangat rendah, sedangkan bahan baku terus naik.
"Ya terpaksa kita pangkas margin, tapi untungnya tidak semua komponen naik, bahan-bahan lainnya di luar besi dan rotan tidak naik," jelas Dody.
(hen/qom)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Informasi Pemasangan Iklan:hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
