Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Senin, 15/03/2010 11:11 WIB
Perbanas Berharap DG BI yang Tak Banyak Basa-Basi -
Senin, 15/03/2010 10:24 WIB
Menkeu Cabut Izin PT Primadana Putra Finance -
Senin, 15/03/2010 10:08 WIB
Dana Asing di Surat Utang Pemerintah Tambah Rp 6,73 Triliun -
Minggu, 14/03/2010 13:08 WIB
Mandiri Bidik 20 % Pelanggan Listrik Prabayar -
Sabtu, 13/03/2010 17:10 WIB
Klaim Dana Century US$ 156 Juta di Dresdner Tengah Diproses -
Sabtu, 13/03/2010 16:21 WIB
Naiknya Peringkat Utang RI Turunkan Yield SUN 25-50 Bps
Indeks Berita
Jumat, 05/09/2008 09:02 WIB
BI Rate Naik, Saatnya Bank Cari Deposan
Alih Istik Wahyuni - detikFinance

(Foto: Wahyu-detikFinance)
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Muliaman Hadad mengatakan untuk kredit saat ini pertumbuhannya sudah cukup, tapi sebaliknya dana deposan malah turun.
"Kebijakan (BI Rate) ini sudah normal, tentu saja saya pikir respons yang paling cepat dilakukan bank ya menaikan tingkat suku bunganya," kata Muliaman di gedung depkeu, Jakarta, Kamis malam (5/9/2008).
Muliaman mengatakan saat ini likuiditas emang agak ketat. Dengan kenaikan BI Rate diharapkan bank bisa lebih leluasa menawarkan suku bunga yang lebih tinggi agar bisa menyedot dana masyarakat.
"Pertumbuhan kredit sudah cukup, tapi depositonya turun, jadi ada kebutuhan dari bank-bank dan saya pikir dalam waktu-waktu ini memang kebutuhan itu cukup banyak," katanya.
BI mencatat pertumbuhan kredit hingga akhir Agustus 2008 mencapai 35% padahal target BI sepanjang tahun ini sebesar 24%. Menurut Muliaman peningkatan kredit ini adalah untuk modal kerja atau kredit dagang sehingga ada aktivitas ekonomi.
Diakui Muliaman, saat ini perbankan dihadapkan dengan pilihan apakah permintaan terhadap kredit tetap tinggi, apakah kredit itu memang sudah dikomitmenkan sejak lama. Kalau sudah komitmen sejak lama, ada kewajiban bank untuk memenuhi.
"Kalau dia harus memenuhi, kan dia harus cari likuiditasnya juga. Jadi saya kira karena ada kebutuhan saja," katanya.
Sementara kinerja perbankan sejauh ini menurut Muliaman cukup sehat dengan rasio kredit macet (NPL) yang menurun, rasio dana terhadap kredit atau LDR meningkat serta permintaan terhadap kredit yang masih tinggi. (ir/ir)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- BI Juga Naikkan Fasbi
- BI: Eksekusi Pencairan GWM 3 Bank Harus oleh Pemilik Bank
- Suku Bunga Kredit Siap Naik
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




