Forum Finance
- [info]deposito standard c... StanChart
- Apa yang menyebabkan kris... OmniScience
- Kapan upiah menguat????... fuajuar
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Rabu, 03/12/2008 19:03 WIB
Penduduk Tambah Banyak, Properti Masih Tumbuh Hingga 2050 -
Rabu, 03/12/2008 18:24 WIB
PLN Kantongi Pinjaman US$ 262 Juta untuk PLTU Rembang -
Rabu, 03/12/2008 17:44 WIB
PHK Capai 66.603 Orang, DKI Jakarta Catat Angka Tertinggi -
Rabu, 03/12/2008 17:35 WIB
PTBA Serahkan Trans Sriwijaya ke PT KA -
Rabu, 03/12/2008 17:08 WIB
Joint Venture PTBA dan PT KA Terganjal Pajak -
Rabu, 03/12/2008 17:02 WIB
Menkeu: Kurang Konkret Apa Coba?
Indeks Berita
Jumat, 05/09/2008 17:24 WIB
RI-China Tak Perlu Saling Ancam Soal LNG Tangguh
Gunawan Mashar - detikFinance

Fasilitas LNG Tangguh (Agus Mustofa)
Foto Terkait
"Kita sudah saling memahami, tidak perlu saling ancam mengancam," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Ia menyampaikan hal itu dalam konferensi pers usai pertemuan dengan Sekretaris Partai Komunis China Provinsi Guangdong Wang Yang, di kantor wapres, Jakarta, Jumat (5/9/2008).
Menurut Kalla, China sangat terbuka dan siap menerima kapan saja delegasi Indonesia untuk berunding. Baik Indonesia maupun China, kata Kalla, sama-sama menyadari saling membutuhkan.
"Keadaan sekarang sudah berubah, saya yakin pemerintah Tiongkok itu memahami kita dan kita kedua negara itu saling membutuhkan. Tidak mudah mengubah kontrak yang sudah dipatok, tapi kita sudah saling memahami," kata Kalla.
Kalla juga menegaskan, permasalahan LNG Tangguh yang akhir-akhir ini memanas sama sekali tidak ada kaitannya dengan posisinya sebagai ketua umum partai Golkar.
"Ini bukan sebagai ketua umum Golkar, saya sebagai Wapres. Masalah itu adalah masalah pemerintah, bukan sebagai partai. Masalah itu sudah berkembang sebelum dipermasalahkan oleh para pengamat. Ini kan masalah besar, kenapa bisa begini?" ketusnya.
Soal pertemuannya dengan Wang Yang, Kalla mengatakan bahwa sama sekali tidak didiskusikan mengenai masalah LNG Tangguh tersebut.
"Kami tidak menyinggung ke arah sana. Presiden juga kan sudah bicara, kita hanya bicara soal perdagangan dan investasi dengan Guangdong. Kalau kita bandingkan dengan Indonesia, Guangdong itu meskipun hanya provinsi, dia itu provinsi yang kuat, itu sama dengan 5 provinsi kalau di Indonesia," katanya.
(qom/ir)
Komentar terkini (11 Komentar)
Baca juga :
- Purnomo: LNG Tangguh 20 Tahun Tak Laku-laku
- KPK Belum akan Selidiki Tangguh
- RI Punya Banyak Alasan untuk Renegosiasi Harga LNG Tangguh
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
