Forum Finance
- Coba untuk beranikan DIRI... dek_orekoop
- krisis global... madamadaa
- Bukan Kampanye Politik : ... Realistis
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 20/11/2008 21:39 WIB
Rencana Ekspansi PKT Terhambat -
Kamis, 20/11/2008 21:34 WIB
Minyak Anjlok di Bawah US$ 50 -
Kamis, 20/11/2008 19:05 WIB
Pasokan Pupuk Urea PKT Aman -
Kamis, 20/11/2008 18:55 WIB
RI Siap Ekspor Gula di 2009 -
Kamis, 20/11/2008 17:16 WIB
300.000 Pelanggan PLN di Kaltim Byar Pet Akibat Krisis Gas -
Kamis, 20/11/2008 16:37 WIB
13.000 Karyawan Masuk Daftar Tunggu PHK
Indeks Berita
Jumat, 05/09/2008 17:40 WIB
Ekspor RI ke Jepang Juli Minus 3% Karena IJ-EPA Tak Efektif
Suhendra - detikFinance

(Foto: Suhendra-detikFinance)
Demikian dikatakan oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam acara konferensi pers di Gedung Departemen Perdagangan, Jumat (5/9/2008).
"Ekspor ke Jepang minus 3%, negara Asia lain naik diatas 20%, Malaysia naik 47% dan RRT naik 30%," katanya.
Dikatakannya gambaran ini belum menunjukan dampak IJ-EPA secara keseluruhan, mengingat pelaksanaan IJ-EPA belum lama berlangsung.
"Mengenai Jepang kita belum merinci barang apa saja yang turun, memang secara umum pertumbuhan ekonomi disana sedang menurun yang proyeksinya hanya 1%. IJ-EPA dampaknya belum berpengaruh karena baru berlangsung," jelas Mari.
Total nilai ekspor Januari-Juli 2008 meningkat 29,9% dibanding pada tahun lalu pada periode yang sama, untuk migas USS$ 18,9 miliar dan non-migas US$ 64,1 miliar.
Dikatakan oleh Mari, peningkatatan ekspor non migas dipicu oleh kenaikan harga kelapa sawit, karet dan kenaikan produk otomotif dan manufaktur.
Mari juga menambahkan bahwa penyebab neraca perdagangan Indonesia turun pada bulan Juli dibandingkan bulan Juni 2008 disebabkan karena adanya penurunan ekspor minyak kelapan sawit di bulan Juli. Kondisi ini dipicu adanya antisipasi oleh kalangan industri mengenai pajak ekspor di bulan Agustus akan turun, sehingga pengapalan ditunda sampai awal bulan Agustus dan peningkatan biofuel di dalam negeri.
"Namun pihak industri menyampaikan bahwa diperkirakan ekspor akan tetap stabil dan meningkat di bulan-bulan yang akan datang," kata Mari beralasan.(hen/ir)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Impor Meningkat Tajam dalam 6 Bulan Terakhir
- RI Catat Defisit Neraca Perdagangan untuk Pertama Kali
- Ekspor Manggis RI ke Australia Terganjal Karantina
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
