Berita Lain

Indeks Berita





Sabtu, 06/09/2008 12:30 WIB
Ekspansi Kredit Harus Direm
Wahyu Daniel - detikFinance



Foto: Dok detikcom
Jakarta - Perbankan harus mengeram ekspansi pertumbuhan kredit yang dinilai sudah terlalu kencang pada saat ini. Ekspansi itu harus direm untuk mengurani risiko kredit bermasalah.

"Industri perbankan perlu mengerem ekspansi kredit yang terlalu kencang, dengan pertumbuhan kredit 35% dan LDR 76%," ujar Kepala Ekonom BNI Tony Prasetiantono kepada detikFinance di Jakarta, Sabtu (6/9/2008).

Data terakhir Bank Indonesia mengatakan pertumbuhan kredit perbankan sampai Juli 2008 adalah sebesar 35% dengan tingkat LDR (Loan To Deposit Ratio) sebesar 76%.

Dikatakan Tony, pengereman kredit diperlukan untuk menghindari peningkatan kredit bermasalah (NPL) di kemudian hari, apalagi dengan kenaikkan BI Rate menjadi 9,25% dikuatirkan NPL akan meningkat.

Data yang dikutip detikFinance dari situs BI, penyaluran kredit bank-bank nasional hingga Juni 2008 mencapai Rp 1.190 triliun, meningkat dari bulan Mei yang sebesar Rp 1.137,70 triliun. Sementara rasio NPL turun dari 4,30% pada Mei menjadi 4,10% pada Juni.

Terkait kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 9,25% yang diputuskan BI Kamis lalu, Tony mengatakan bahwa kebijakan tersebut memang perlu dilakukan.

"Likuditas sangat ketat, bank-bank perlu mendapatkan funding agar tidak terjadi mismatch antara funding vs lending, bahkan ada bank yang berani memberi bunga deposito 13%," ujarnya.(dnl/qom)
Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk

Baca juga :

Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518