Forum Finance
- [info]deposito standard c... StanChart
- Apa yang menyebabkan kris... OmniScience
- Kapan upiah menguat????... fuajuar
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Rabu, 03/12/2008 18:24 WIB
Bank Mandiri Nobatkan 6 Wirausaha Muda Mandiri -
Rabu, 03/12/2008 16:50 WIB
Mandiri Pilih Buka Cabang Sendiri Ketimbang Akuisisi Bank Century -
Rabu, 03/12/2008 16:13 WIB
Bank Mandiri Tahan Seluruh Kredit ke BPR -
Rabu, 03/12/2008 15:53 WIB
Jamsostek Tambah Porsi Investasi Deposito 2009 -
Rabu, 03/12/2008 15:30 WIB
Jamsostek Minta Pencairan Klaim Jadi Satu Bulan -
Rabu, 03/12/2008 14:49 WIB
Suntik Century, Aset LPS Tidak Turun
Indeks Berita
Sabtu, 06/09/2008 16:35 WIB
BI Rate Takkan Tembus 2 Digit
Wahyu Daniel - detikFinance

Foto: Dok detikcom
"Sudah benar BI Rate dinaikkan menjadi 9,25%, dan akan menjadi 9,5% atau 9,75% pada akhir tahun. BI perlu menjaga agar akhir tahun BI Rate tetap single digit," ujar Kepala Ekonom BNI Tony Presetiantono kepada detikFinance di Jakarta, Sabtu (6/9/2008).
Sementara Citi Indonesia dalam paparan 'Indonesia Economic Flash' memperkirakan BI akan menaikkan BI Rate 25 basis poin dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 8 Oktober nanti.
Proyeksi itu didasarkan pada pernyataan BI dalam RDG terakhir 4 September lalu yang menyatakan bahwa BI akan tetap mengoptimalkan penggunaan seluruh instrumen kebijakan moneter yang tersedia. BI Rate diperkirakan mencapai 9,5% hingga akhir tahun.
Citi Indonesia juga menilai keputusan BI untuk menaikkan suku bunga 25 basis poin sejalan dengan angka inflasi yang mencapai 11,85% secara year on year. Kenaikan itu sekaligus merefleksikan perhatian BI akan tingginya inflasi.
Sementara Tony mengatakan keputusan BI untuk menaikkan BI Rate awal September ini menjadi 9,25% sangat tepat di tengah situasi likuiditas yang sangat ketat.
"Bank-bank perlu mendapatkan funding agar tidak terjadi mismatch antara funding vs lending, bahkan ada bank yang berani memberi bunga deposito 13%," katanya.
Tony menambahkan, untuk nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini cenderung tertekan karena munculnya optimisme ekonomi AS yang terbantu turunnya harga minyak dunia.
"Agar rupiah menguat pilihannya cuma dua, naikkan suku bunga atau intervensi. Tapi cadangan devisa BI kan berkurang dari US$60 miliar ke US$58 miliar. Rupiah sekarang cukup lemah di level Rp 9.350/US$. Idealnya rupiah Rp 9.200/US$. BI perlu melakukan kombinasi intervensi antara membeli rupiah di pasar uang dengan cadangan devisanya, serta menaikkan sukubunga," paparnya
(dnl/qom)
Komentar terkini (2 Komentar)
Baca juga :
Informasi Pemasangan Iklan:hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
