Berita Lain

Indeks Berita





Senin, 08/09/2008 07:46 WIB
Produksi Mobil Murah Tata Nano Siap Dilanjutkan
Nurul Qomariyah - detikFinance



Foto: AFP
Kolkata - Tata Motors kini dapat memulai lagi pembangunan pabrik mobil murah impiannya, Tata Nano. Kelanjutan itu memungkinkan setelah tercapainya kesepakatan soal kemelut pengambilalihan lahan.

Partai Kongres Trinamool, kaum oposisi negara bagian West Bengal yang selama ini getol memrotes kehadiran pabrik Tata Nano akhirnya mencapai kesepakatan dengan pemerintah negara bagian.

Tanah yang sebelumnya diambil alih pemerintah untuk pembangunan pabrik Tata Nano akan dikembalikan kepada petani yang berhak. Petani lainnya di Singur, juga akan mendapatkan kompensasi.

"Tata Motors sekarang dapat melanjutkan pekerjaan di pabrik tersebut," jelas pejabat senior partai Kongres Trinamool, Kalyan Bnerjee seperti dikutip dari AFP, Senin (8/9/2008).

"Ini adalah kemenangan besar bagi petani di Singur," jelas pimpinan oposisi Mamata Banerjee.

Pabrik Tata di Singur kini sudah rampung hingga 90%. Pabrikan otomotif India itu berharap bisa meluncurkan mobil murah Tata Nano pada Oktober. Produksi mobil ini akan mencatat sejarah sebagai mobil termurah karena hanya dibandrol US$ 2.500 atau sekitar Rp 20 jutaan saja.

Namun pembangunan pabrik Tata Nano ini tidaklah mulus. Para petani dengan didukung kaum oposisi West Bengal gencar memrotes pembangunan pabrik karena dituding mengambil lahan petani dengan paksa. Gara-gara aksi protes itu, pembangunan pabrik sempat dihentikan sementara.

Pimpinan Tata Motors, Ratan Tata sebelumnya mengatakan, pihaknya akan mengalihkan pembangunan pabrik ke negara bagian lain jika aksi demo tak kunjung berhenti. Padahal Tata Motors telah menggelontorkan US$ 350 juta untuk proyek tersebut.

Jika hal itu terjadi, maka kondisi keuangan Tata Motors bisa babak belur. Tata sebelumnya telah mendapatkan tekanan setelah mengakuisisi Jaguar dan Land Rover senilai US$ 2,3 miliar. Tata juga sedang menghadapi melambatnya permintaan mobil domestik.

Gubernur terpilih negara bagian, Gopalkrishna Gandhi secara berkala terus melakukan intermediasi untuk menghentikan konflik tersebut.

"Pemerintah telah mengambil keputusan untuk merespons permintaan dari para petani yang belum mendapatkan kompensasi. Pemerintah akan mencoba untuk memberikan kembali lahan yang ada di area proyek itu semaksimal mungkin dan sisanya di wilayah perbatasan secepat mungkin," imbuh cucu Mahatma Gandhi ini.
Tata sendiri belum memberikan keterangan resmi terkait tercapainya kesepakatan tersebut. (qom/ir)
Komentar terkini (6 Komentar)

Baca juga :

Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518