Forum Finance
- [info]deposito standard c... StanChart
- Apa yang menyebabkan kris... OmniScience
- Kapan upiah menguat????... fuajuar
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Rabu, 03/12/2008 19:03 WIB
Penduduk Tambah Banyak, Properti Masih Tumbuh Hingga 2050 -
Rabu, 03/12/2008 18:24 WIB
PLN Kantongi Pinjaman US$ 262 Juta untuk PLTU Rembang -
Rabu, 03/12/2008 17:44 WIB
PHK Capai 66.603 Orang, DKI Jakarta Catat Angka Tertinggi -
Rabu, 03/12/2008 17:35 WIB
PTBA Serahkan Trans Sriwijaya ke PT KA -
Rabu, 03/12/2008 17:08 WIB
Joint Venture PTBA dan PT KA Terganjal Pajak -
Rabu, 03/12/2008 17:02 WIB
Menkeu: Kurang Konkret Apa Coba?
Indeks Berita
Senin, 08/09/2008 10:16 WIB
Ekspor Tekstil RI ke AS Didominasi Pakaian Jadi
Irna Gustia - detikFinance

(Foto: Indro-detikFinance)
Seperti dilansir dari situs Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Senin (8/9/2008), berdasarkan data Otexa, Major Shippers Report, sampai dengan periode Januari-Juni 2008, pertumbuhan ekspor Indonesia ke AS mengalami pertumbuhan positif sebesar 0,75% dari US$ 2,12 miliar menjadi US$ 2,14 miliar. Sedangkan dalam volume naik 2,09% dari US$ 0,83 miliar SME menjadi US$ 0,84 miliar SME.
Untuk produk apparel atau pakaian jadi pada periode ini, kenaikannya sedikit lebih besar dibandingkan dengan produk-produk non-apparel.
Produk apparel naik 0,79% dari US$ 2 miliar menjadi US$ 2,02 miliar dan volume naik 4,11% dari 541.22 juta SME menjadi 563.47 juta SME. Sedangkan produk-produk non-apparel kenaikannya hanya tercatat sebesar 0,06% dari US$ 115,88 juta menjadi US$ 115,95 juta akan tetapi untuk volume justru mengalami penurunan 1,75% dari US$ 285,22 juta menjadi US$ 280,24.
Sementara secara kumulatif pertumbuhan impor TPT AS masih menunjukan angka negatif yang nilainya turun 3,29% dari US$ 45,30 miliar menjadi US$ 43,81 miliar serta dalam volume turun 5,17% dari 25,71 miliar SME ke 24.38 miliar SME. Penurunan terbesar terjadi pada produk-produk apparel (pakaian jadi) yang turun 4.04% dari US$ 34,38 miliar menjadi US$ 32,99 miliar. Sedangkan untuk produk-produk non-apparel turun tipis 0,93% dari US$ 10,91 miliar menjadi US$ 10,81 miliar.(ir/qom)
Baca juga :
- Jelang Pemilu Permintaan Tekstil Bakal Tembus Rp 5 Triliun
- Restrukturisasi TPT Kian Diminati, Investasi Kian Susut
- Penyelundupan Tekstil Bermodus Kloning Kian Marak
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
