Forum Finance
- [info]deposito standard c... StanChart
- Apa yang menyebabkan kris... OmniScience
- Kapan upiah menguat????... fuajuar
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Rabu, 03/12/2008 17:43 WIB
Review IHSG: Tipis Saja -
Rabu, 03/12/2008 17:35 WIB
Saham Kliring Berjangka Bisa Dijual -
Rabu, 03/12/2008 17:24 WIB
Rupiah Tutup di 11.900/US$ -
Rabu, 03/12/2008 17:01 WIB
Bakrie Bantah TPG Mundur dari Kesepakatan -
Rabu, 03/12/2008 16:10 WIB
Transaksi IHSG Sangat Tipis di Bawah Rp 1 Triliun -
Rabu, 03/12/2008 15:39 WIB
Bakrie Kebut Selesaikan Utang ke ICICI
Indeks Berita
Senin, 08/09/2008 10:31 WIB
Intiland Investasi US$ 2 Juta
Indro Bagus SU - detikFinance

(Foto: Istimewa)
"Pengerjaan NIP tahap 2 akan dimulai triwulan IV. Untuk tahap awal dana yang dibutuhkan sekitar US$ 2 juta," ujar Corporate Secretary DILD, Theresia Rustandi dalam siaran persnya, Senin (8/9/2008).
NIP tahap 2 rencananya digarap di atas lahan seluas 240 hektar. Untuk tahap awal akan digarap seluas 100 hektar tahun ini. Dananya sementara akan menggunakan kas internal perseroan.
"Namun tidak tertutup kemungkinan perseroan mencari pendanaan eksternal," ujar Theresia.
Theresia mengatakan, pengembangan NIP tahap 2 dilakukan lantaran banyaknya permintaan para investor pada semester I lalu. Investor-investor tersebut kebanyakan berasal dari Taiwan, Korea dan China.
Sementara pengerjaan NIP tahap I sudah hampir selesai. Pembangunan kawasan industri terpadu yang dimulai sejak 1996 tersebut, merupakan kerjasama antara DILD dengan RSEA Taiwan. Keseluruhan total luas lahan NIP jika tahap pertama dan kedua digabungkan adalah 460 hektar.
NIP didisain sebagai kawasan industri yang modern dan lengkap dengan infrastruktur dan fasilitas yang mendukung kebutuhan industri. Keunggulan utama NIP adalah pada tersedianya sumber energi gas alam sehingga penggunaan energi di NIP bisa sangat efisien untuk pengolahan industri.
"Ini menjadi keunggulan mengingat energi listrik masih menjadi persoalan bagi kita," terang Theresia.
Pada semester I lalu, DILD membukukan kinerja keuangan yang cukup signifikan. Perbaikan kinerja tersebut terutama disebabkan oleh meningkatnya penjualan unit perumahan di Jakarta dan Surabaya. Pendapatan usaha perseroan mencapai Rp 137,11 miliar, atau naik 61,46% dibanding Rp 221,38 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara laba bersih semester I 2008 mencapai Rp 28,48 miliar, atau melonjak 169% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 10,57 miliar. Membaiknya kontribusi penjualan dari anak usaha menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan laba. Nilai penjualan dari sektor perumahan naik 96,73% menjadi Rp 165,27 miliar.
"Kontribusi terbesar masih berasal dari penjualan perumahan di Taman Semanan Indah, Jakarta dan Graha Famili Surabaya," ujar Presiden Direktur DILD, Lennard Ho.(dro/ir)
Baca juga :
Informasi Pemasangan Iklan:hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
