Forum Finance
- Coba untuk beranikan DIRI... dek_orekoop
- krisis global... madamadaa
- Bukan Kampanye Politik : ... Realistis
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 20/11/2008 21:39 WIB
Rencana Ekspansi PKT Terhambat -
Kamis, 20/11/2008 21:34 WIB
Minyak Anjlok di Bawah US$ 50 -
Kamis, 20/11/2008 19:05 WIB
Pasokan Pupuk Urea PKT Aman -
Kamis, 20/11/2008 18:55 WIB
RI Siap Ekspor Gula di 2009 -
Kamis, 20/11/2008 17:16 WIB
300.000 Pelanggan PLN di Kaltim Byar Pet Akibat Krisis Gas -
Kamis, 20/11/2008 16:37 WIB
13.000 Karyawan Masuk Daftar Tunggu PHK
Indeks Berita
Senin, 08/09/2008 11:12 WIB
Produksi Chevron Tahun 2008 Hanya 405 Ribu Bph
Alih Istik Wahyuni - detikFinance

Foto: Budi Sugiharto/detikcom
Dirut CPI Suwito Anggoro menjelaskan, angka tersebut merupakan prediksi secara teknis di lapangan dengan mempertimbangkan musim hujan pada akhir tahun yang disertai kemungkinan mati listrik.
"Pada akhir Agustus, rata-rata produksi mencapai 411 ribu bph. Dengan begini sepintas target 408 ribu memang mungkin tercapai, tetapi outlook kami 405 ribu bph. Karena musim hujan sangat berdampak besar, atau karena listrik mati juga mungkin," ujarnya.
Ia menyampaikannya dalam paparan pada Panitia Anggaran di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (8/9/2008). Dalam forum ini hadir juga pengamat perminyakan seperti Pri Agung Rakhmanto dan Dodi Nawangsidi.
Meski begitu, Suwito menyatakan pihaknya akan tetap berusaha memenuhi target produksi yang diminta, yaitu 408 ribu bph.
CPI merupakan produsen minyak terbesar di Indonesia dengan porsi sekitar 40% dari produksi nasional. CPI melakukan operasi di lapangan Duri, Sumatera yang 100% lapangannya berlokasi di daratan (onshore).
Suwito menyatakan, lapangan yang dikelolanya merupakan lapangan yang sudah tua sehingga produksinya terus menurun. Tanpa adanya upaya-upaya untuk meningkatkan produksi, maka produksi CPI saat ini diperkirakan hanya sekitar 100-200 ribu bph.
Salah satu upaya untuk menahan laju penurunan produksi adalah drilling sisipan. Pada 2007 drilling sisipan yang dilakukan mencapai 365 sumur, dan meningkat di 2008 menjadi 520 sumur.
"Jadi bisa dibayangkan aktivitas kami sangat sibuk di lapangan. Pekerja kami bekerja 11-12 jam per hari. Karena tanpa upaya seperti ini, produksi kami hanya 100-200 ribu bph," ujarnya.(lih/qom)
Komentar terkini (2 Komentar)
Baca juga :
- 5 Kontraktor Minyak Kelas Kakap Dipanggil DPR
- Harga Minyak Mentah RI US$ 112-118 per Barel
- Minyak Turun 9 Dolar Sepekan
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
