Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Senin, 15/03/2010 17:45 WIB
BI Dapat Jatah Dewan Komisioner OJK -
Senin, 15/03/2010 11:11 WIB
Perbanas Berharap DG BI yang Tak Banyak Basa-Basi -
Senin, 15/03/2010 10:24 WIB
Menkeu Cabut Izin PT Primadana Putra Finance -
Senin, 15/03/2010 10:08 WIB
Dana Asing di Surat Utang Pemerintah Tambah Rp 6,73 Triliun -
Minggu, 14/03/2010 13:08 WIB
Mandiri Bidik 20 % Pelanggan Listrik Prabayar -
Sabtu, 13/03/2010 17:10 WIB
Klaim Dana Century US$ 156 Juta di Dresdner Tengah Diproses
Indeks Berita
Kamis, 25/09/2008 16:23 WIB
AS akan Kehilangan Status Superpower di Sektor Finansial
Nurul Qomariyah - detikFinance
Peer Steinbrueck (Reuters)
Demikian disampaikan Menteri Keuangan Jerman, Peer Steinbrueck dalam pidatonya di majelis rendah parlemen, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (25/9/2008).
"Dunia tidak akan pernah sama lagi dibandingkan masa sebelum krisis. AS akan kehilangan status superpower-nya di sistem finansial dunia. Sistem finansial dunia akan menjadi lebih multi-polar," ujarnya.
Steinbrueck menambahkan, krisis finansial saat ini akan menimbulkan tanda yang jelas dan harus ada 8 langkah untuk mengatasinya. Termasuk di dalamnya adalah melarang short-selling yang sifatnya spekulatif serta meningkatkan Giro Wajib Minimum bank untuk mengatasi risiko kredit.
Ia juga menuding krisis finansial yang terjadi saat ini dipicu oleh laba yang melonjak hingga dua kali lipat, serta bonus besar-besaran untuk para bankir dan eksekutif perusahaan-perusahaan.
Pemerintah AS kini sedang meminta persetujuan dari Kongres untuk rencana penyelamatan krisis senilai US$ 700 miliar. Steinbrueck mengatakan, Jerman tidak perlu meniru rencana AS untuk institusi finansialnya sendiri.
Namun ia menekankan, terjadinya krisis kali ini menunjukkan perlunya peran yang lebih besar untuk mengatur pasar. (qom/ir)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)
Baca juga :
- Krisis Finansial AS Ingatkan Memori Buruk 'Great Depression'
- Dampak Krisis Finansial AS Bisa Semakin Serius
- Pasar Finansial Labil, RI Ubah Strategi Jualan Obligasi Global
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




