Forum Finance
- Ndpbm... alvian19
- Blok Cepu... densol
- Hitung PPh 21 dengan muda... yukfa
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 22:49 WIB
Cerita-cerita Lucu di Balik Audit Century -
Selasa, 09/02/2010 22:28 WIB
BPK: Jika Century Ditutup, Negara Langsung Rugi Rp 4,67 Triliun -
Selasa, 09/02/2010 18:31 WIB
BII Rugi Rp 40,969 Miliar di 2009 -
Selasa, 09/02/2010 17:39 WIB
Dana Century Rp 6,35 Triliun Mengalir ke 63 Bank -
Selasa, 09/02/2010 17:09 WIB
Dana Rp 13,48 Triliun Keluar dari Bank Century Selama 10 Bulan -
Selasa, 09/02/2010 16:10 WIB
Pemerintah Cari Rp 1 Triliun Dari Surat Utang Syariah
Indeks Berita
Kamis, 02/10/2008 09:42 WIB
Senat AS Restui Rencana Bailout US$ 700 Miliar
Nurul Qomariyah - detikFinance

Voting Senat AS (Foto: Reuters)
Foto Terkait
Rencana ini selanjutnya akan dimintakan persetujuan ke DPR AS atau House of Representatives, dimana kemungkinan akan kembali menghadapi ketidakpastian. DPR AS sebelumnya telah menolak versi awal dari rencana bailout tersebut, dan menyebabkan guncangan di pasar finansial seluruh dunia.
Senat memberikan harapan bahwa rencana bailout yang sudah direvisi ini sudah akan berada di meja Presiden George Walker Bush untuk persetujuan akhir pada akhir pekan. Persetujuan itu diharapkan bisa meredakan kepanikan pada investor global.
Dalam rencana bailout yang sudah diamandemen tersebut didalamnya termasuk rencana untuk menaikkan batas penjaminan untuk simpanan bank dari US$ 100.000 menjadi US$ 250.000. Langkah ini dimaksudkan untuk lebih menjamin para penabung bahwa uang mereka akan aman sehingga tidak terjadi penarikan dana besar-besaran.
Namun ada beberapa hal dari rencana bailout yang tetap dipertahankan diantaranya kekuatan yang diberikan kepada Menkeu Henry Paulson untuk membeli aset-aset yang bermasalah dan juga membatasi 'golden parachute' atau bayaran besar-besaran bagi para eksekutif.
Rancangan bailout tersebut sebelumnya mendapatkan penolakan karena dinilai memberikan kekuatan yang terlalu besar kepada satu orang serta penolakan untuk menggunakan uang para pembayar pajak untuk menalangi perusahaan-perusahaan di Wall Street. DPR AS sebelumnya menolak setelah melalui voting 228-205.
Kejutan yang diberikan Senat AS ini merupakan hasil dari kesepakatan para negosiator dari Demokrat dan Republik atas sejumlah poin dalam kesepakatan yang sudah direvisi.
Pemimpin Senat, Harry Reid mengatakan, DPR AS diharapkan bisa memberikan persetujuannya pada Juma(3/10/2008) besok.
Menteri Keuangan Henry Paulson mengatakan, rancangan bailout yang tebalnya mencapai ratusan lembar ini diharapkan bisa segera disetujui oleh DPR, sehingga bisa segera diteken oleh Presiden Bush.
"Ini memberikan sinyal positif bahwa kita siap untuk melindungi perekonomian AS dengan memberikan keyakinan bahwa rakyat Amerika memiliki akses ke kredit yang diperlukan untuk menciptakan lapangan kerja dan membuat bisnis terus berjalan," jelas Paulson seperti dikutip dari Reuters, Kamis (2/10/2008).
Sementara Presiden Bush menyatakan, perekonomian AS 'berharap' DPR akan mengikuti langkah Senat untuk menyetujui rencana bailout senilai US$ 700 miliar.
"Masyarakat AS berharap --dan perekonomian kita berharap--- bahwa DPR akan menyetujui UU bagus pada pekan ini dan mengirimnya ke meja saya," ujar Bush menanggapi hasil voting Senat, seperti dikutip dari AFP.
(qom/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- Menkeu: Keputusan Politik Bailout Selalu Sangat Sulit
- Sri Mulyani: Ini Krisis yang Penyelesaiannya Agak Panjang
- Bailout Ditolak, Wall Street Rontok
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




