Forum Finance
- Ndpbm... alvian19
- Blok Cepu... densol
- Hitung PPh 21 dengan muda... yukfa
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 17:27 WIB
Obligasi Oto Multiartha Senilai Rp 600 Miliar Sandang Peringkat AA- -
Selasa, 09/02/2010 15:37 WIB
Penjualan Batubara Adaro Naik Tipis 0,73% di 2009 -
Selasa, 09/02/2010 15:18 WIB
DPR Tolak IPO BUMN Perkebunan -
Selasa, 09/02/2010 15:10 WIB
WIKA Likuidasi Anak Usaha -
Selasa, 09/02/2010 14:51 WIB
Luncurkan Online Trading, Danareksa Incar Investor Ritel -
Selasa, 09/02/2010 14:06 WIB
Jasa Marga Incar 2 Ruas Tol Terbengkalai
Indeks Berita
Selasa, 07/10/2008 07:04 WIB
Dow Jones Terjungkal ke Level Terendah Dalam 4 Tahun
Nurul Qomariyah - detikFinance

Foto: Reuters
Foto Terkait
Penurunan saham-saham di Wall Street ini mengikuti pelemahan di bursa-bursa di seluruh dunia sebelumnya. Kepanikan investor semakin merajalela karena dikhawatirkan krisis finansial akan memberi dampak yang semakin besar.
Pada perdagangan Senin (6/10/2008), indeks Dow Jones ditutup merosot 369,88 poin (3,58%) ke level 9.955,50. Inilah untuk pertama kalinya Dow Jones ditutup di bawah level 10.000 sejak Oktober 2004.
Namun penutupan ini setidaknya sudah lebih baik, karena indeks Dow Jones sempat anjlok hingga 800,06 poin (7,75%) ke level 9.525,32.. Ini adalah kemerosotan terbesar dalam sejarah.
Sementara Standard & Poor's 500 juga merosot 42,34 poin (3,85%) ke level 1.056,89 dan Nasdaq anjlok 84,43 poin (4,34%) ke level 1.862,96.
Bursa-bursa global sebelumnya sudah merosot tajam, termasuk IHSG di BEI yang terpangkas hingga 10%. Perdagangan saham di Rusia, Brasil dan Peru bahkan harus dihentikan sementara karena kemerosotan yang tajam.
Langkah penyelamatan dua bank besar di Eropa dan penjaminan nasabah oleh Eropa membawa kekhawatiran bahwa dampak krisis finansial telah semakin luas.
"Jelas sekali kita berada pada zona kepanikan," kata John Schloegel, vice president of investment strategies dari Capital Cities Asset Management seperti dikutip dari Reuters.
"Kita melewatkan bailout sekarang dan fokus pada fundamental lagi dan fundamental sepertinya tidak baik. Orang mulai melihat pada pendapatan pada kuartal ketiga, keempat," tambahnya.
"Pemerintah Eropa mulai langkah penyelamatan institusi finansialnya, yang masih dihalangi oleh serangan dalam pinjaman bank. Masalah tidak tertutupi oleh perusahaan asuransi besar di AS, yang juga merugi dalam portofolio investasinya," ujar Chris Lafakis, dari Economy.com seperti dikutip dari AFP.
Sejumlah bursa pada perdagangan Selasa (7/10/2008) mengikuti kemerosotan di Wall Street. Indeks S&P/ASX200 turun 81,5 poin ke level 4,458.9, sementara NZX-50 di Selandia Baru merosot 2,62%.
(qom/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (9 Komentar)
Baca juga :
- Indeks Dow Jones Tumbang di Bawah Level 10.000
- 15 Emiten Kena Auto Rejection
- Kepanikan Lagi di Pasar Saham
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




