Forum Finance
- Ndpbm... alvian19
- Blok Cepu... densol
- Hitung PPh 21 dengan muda... yukfa
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 17:36 WIB
32,5 Juta Orang Indonesia Berada di Level Kemiskinan Ekstrim -
Selasa, 09/02/2010 17:21 WIB
Dicari Hakim Agung Perpajakan -
Selasa, 09/02/2010 16:55 WIB
Pertumbuhan Ekonomi RI 2009 Diproyeksi 4,4-4,5% -
Selasa, 09/02/2010 16:27 WIB
PTPN XIV Masih Cicil Tunggakan Pajak Rp 60 Miliar -
Selasa, 09/02/2010 16:22 WIB
Produsen Terigu Desak Pemerintah Eksekusi BM Anti-Dumping -
Selasa, 09/02/2010 15:58 WIB
Perhutani Siap Bangun 2 Pabrik Gondorukem Rp 160 M
Indeks Berita
Selasa, 07/10/2008 12:58 WIB
Krisis di AS Turunkan Harga Minyak Indonesia
Dadan Kuswaraharja - detikFinance

Foto: Alih-detikFinance
Angka ini berarti turun US$ 16,50 per barel dari Agustus yang mencapai US$ 115,56 per barel.
Demikian disampaikan Tim Harga Minyak Indonesia seperti dikutip situs Ditjen Migas, Selasa (7/10/2008).
Penurunan harga minyak juga dipengaruhi oleh pengambilalihan perusahaan pembiayaan perumahan Fannie Mae dan Freddie Mac oleh pemerintah AS, bangkrutnya Lehman Brothers, penjualan Merril Lynch kepada Bank of America dan masalah keuangan yang dialami American International Group (AIG).
Faktor lain juga berpengaruh adalah melemahnya pertumbuhan ekonomi dunia terutama AS yang ditandai dengan meningkatnya tingkat pengangguran menjadi 6,1% pada akhir Agustus 2008 (tertinggi dalam 5 tahun terakhir). Serta Eropa di mana terjadi pemangkasan perkiraan pertumbuhan zona euro untuk 2008 dan 2009 oleh Bank Sentral Eropa serta Asia.
"Melemahnya tingkat konsumsi minyak AS mencapai tingkat terendah dalam 5 tahun terakhir dan rendahnya tingkat pengolahan kilang minyak di AS dalam bulan September yang hanya mencapai 66,7% dari kapasitas total," kata Tim Harga.
Selain itu, dampak badai Ike terhadap fasilitas produksi migas di Teluk Meksiko dan kilang-kilang di kawasan Gulf Coast yang tidak mengakibatkan kerusakan signifikan seperti perkiraan sebelumnya dan relatif tingginya minyak mentah OPEC yang melebihi kuota produksi yang telah ditetapkan yaitu sebesar 29,67 juta barel per hari.
Sementara untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak juga disebabkan oleh menurunnya pengolahan minyak mentah sejumlah kilang di Jepang lantaran penghentian sementara pengoperasian unit CDU untuk perbaikan berkala.
Selengkapnya harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional selama September, sebagai berikut:
- WTI (Nymex) turun US$ 12,77 per barel dari US$ 116,69 menjadi US$ 103,92 per barel.
- Brent (IPE) turun US$ 14,33 per barel dari US$ 115,24 menjadi US$ 100,91 per barel.
- Tapis (Platts) turun US$ 17,41 per barel dari US$ 124,40 menjadi US$ 106,99 per barel.
- Basket OPEC turun US$ 15,04 per barel dari US$ 112,41 menjadi US$ 97,37 per barel.
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (6 Komentar)
Baca juga :
- Antisipasi Krisis Global, Pemerintah - BI Rapatkan Barisan
- Harga Minyak Merosot Tajam
- SBY: Mimpi Buruk Krisis 1998 Takkan Terjadi
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



