Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 16/03/2010 10:05 WIB
Reliance Genjot Online Trading -
Selasa, 16/03/2010 08:07 WIB
Wall Street Flat Menanti The Fed -
Senin, 15/03/2010 18:12 WIB
Penjualan Indocement Turun 8% di 2009 -
Senin, 15/03/2010 18:07 WIB
Bapepam Siap Pelajari Larangan Rangkap Jabatan Komisaris Dari KPPU -
Senin, 15/03/2010 17:25 WIB
Gosip Mau Diganti, Fuad Rahmany Cuek -
Senin, 15/03/2010 17:11 WIB
Jual SUKRI, Reliance Danai Restorasi Taman Nasional Ujung Kulon
Indeks Berita
Selasa, 07/10/2008 19:06 WIB
Penarikan Reksa Dana Masih Tipis
Indro Bagus SU - detikFinance
(Foto: Indro-detikFinance)
"Sejauh ini tidak ada redemption yang signifikan. Netnya memang masih redemption, tapi tipis. Jadi tidak terlalu signifikan," ujar Direktur Utama PT Fortis Investment Indonesia, Eko B Pratomo di kantornya, Jakarta, Selasa (7/10/2008).
Menurut Eko, jika dibandingkan dengan net bulan-bulan sebelumnya, net redemption reksa dana masih berada dalam batas wajar. Pendapat Eko sekaligus membantah kabar yang mengatakan bahwa seiring dengan anjloknya bursa saham menyebabkan terjadinya redemption besar-besaran pada produk-produk reksa dana.
"Pada dasarnya penurunan bursa saham tidak lantas mendorong terjadinya redemption. NAB memang menurun, tapi itu lebih karena portofolio saham yang sedang menurun, sehingga produk-produk reksa dana yang dominan di saham ikut mengalami penurunan," papar Eko.
Eko menambahkan, jika mengacu pada jumlah unit penyertaan reksa dana saat ini, jumlahnya justru terus bertambah.
"Jadi di satu sisi NAB menurun karena portofolio saham menurun. Di sisi lain jumlah unit penyertaan bertambah. Ini menunjukkan bahwa sebenarnya kejatuhan indeks tidak langsung membuat investor melakukan redemption," jelas Eko.
Justru dalam kondisi seperti ini, Eko menambahkan, investor harus bertindak lebih rasional dalam mengambil keputusan investasinya.
"Kalau mereka redemption sekarang justru mereka yang akan menerima kerugian. Jadi secara umum tingkat redemption masih dalam taraf wajar," ujar Eko. (dro/ir)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (9 Komentar)
Baca juga :
- Australia Beri Kejutan Suku Bunga Turun, Bursa Asia Rebound
- Bursa Rusia Masih Ditutup
- Bursa Saham Asia Keteteran
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




