Forum Finance
- Ndpbm... alvian19
- Blok Cepu... densol
- Hitung PPh 21 dengan muda... yukfa
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 17:27 WIB
Obligasi Oto Multiartha Senilai Rp 600 Miliar Sandang Peringkat AA- -
Selasa, 09/02/2010 15:37 WIB
Penjualan Batubara Adaro Naik Tipis 0,73% di 2009 -
Selasa, 09/02/2010 15:18 WIB
DPR Tolak IPO BUMN Perkebunan -
Selasa, 09/02/2010 15:10 WIB
WIKA Likuidasi Anak Usaha -
Selasa, 09/02/2010 14:51 WIB
Luncurkan Online Trading, Danareksa Incar Investor Ritel -
Selasa, 09/02/2010 14:06 WIB
Jasa Marga Incar 2 Ruas Tol Terbengkalai
Indeks Berita
Kamis, 09/10/2008 12:38 WIB
Suspensi BEI untuk Penyelamatan
Alih Istik Wahyuni - detikFinance

Foto: Dok detikcom
Demikian disampaikan Ketua Umum Ikatan Pialang Efek Indonesia Saidu Solihin dalam keterangan pers yang diterima detikFinance, Kamis (9/10/2008).
Perdagangan saham di BEI pada Rabu (8/10/2008) dihentikan saat penurunan IHSG mencapai 10,38% dengan volume transaksi berada pada kisaran Rp 900-an miliar.
Menurut Saidu, tekanan IHSG belakangan ini memang cenderung pada sentimen global yang sedang mengalami gonjangan finansial. Sebagai akibatnya, penurunan pertumbuhan kinerja perusahaan terutama yang melayani permintaan negara-negara besar pun tak terhindarkan.
Meski begitu, Saidu melihat sektor yang mendominasi emiten-emiten BEI lebih banyak pada produk utama yang merupakan kebutuhan utama konsumen. Ditambah lagi emiten yang berada sektor finansial Indonesia masih tergolong mampu bertahan dari terpaan badai krisis.
"Untuk itu, kami menghimbau anggota IPEI untuk ikut menenangkan para investor serta bertindak bijaksana dalam menyampaikan pesan atau pun rekomendasi kepada investor dengan memberikan penjelasan rinci tentang keadaan pasar yang secara fundamental masih cukup baik," katanya.
Ia juga menyarankan agar pelaku saham mulai mengurangi besaran pinjaman dan mengutamakan pembelian dalam bentuk investasi jangka panjang dengan mengacu pada kondisi fundamental emiten. (lih/ir)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (4 Komentar)
Baca juga :
- DPR Minta Pemerintah Jelaskan Anjloknya Bursa
- Pro dan Kontra Penutupan BEI Terus Berlanjut
- Pemerintah dan BI Belum Mampu Tenangkan Pasar
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




