Forum Finance
- Ndpbm... alvian19
- Blok Cepu... densol
- Hitung PPh 21 dengan muda... yukfa
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 17:36 WIB
32,5 Juta Orang Indonesia Berada di Level Kemiskinan Ekstrim -
Selasa, 09/02/2010 17:21 WIB
Dicari Hakim Agung Perpajakan -
Selasa, 09/02/2010 16:55 WIB
Pertumbuhan Ekonomi RI 2009 Diproyeksi 4,4-4,5% -
Selasa, 09/02/2010 16:27 WIB
PTPN XIV Masih Cicil Tunggakan Pajak Rp 60 Miliar -
Selasa, 09/02/2010 16:22 WIB
Produsen Terigu Desak Pemerintah Eksekusi BM Anti-Dumping -
Selasa, 09/02/2010 15:58 WIB
Perhutani Siap Bangun 2 Pabrik Gondorukem Rp 160 M
Indeks Berita
Kamis, 09/10/2008 19:36 WIB
Pertumbuhan Ekonomi 2009 Diturunkan Akibat Krisis
Wahyu Daniel - detikFinance

Foto: Wahyu-detikFinance
Pemerintah akan merevisi target menjadi 6-6,1 persen dari sebelumnya 6,3 persen.
Hal tersebut disampaikan Menkeu/Menko Perekonomian Sri Mulyani dalam jumpa pers di Gedung Depkeu, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (9/10/2008).
"Karena situasi krisis ini, pertumbuhan ekonomi yang telah disepakati dengan DPR sebesar 6,3 persen, pemerintah akan meminta revisi kepada DPR, menjadi antara 6-6,1 persen di 2009," ujarnya
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Miranda Swaray Goeltom menambahkan dengan kondisi krisis sektor keuangan seperti sekarang diperkirakan dampaknya akan terasa hingga 2009, akibatnya pertumbuhan ekonomi 2009 akan terevisi ke bawah.
"Dengan kondisi ekonomi saat ini kita memang masih berbeda dengan negara maju yang mulai mengalami pelambatan kita masih mengalami pertumbuhan ekonomi sehingga likuditas masih diperlukan di tengah kekeringan likuiditas yang terjadi secara global saat ini," ujarnya.
Sebelumnya asumsi pertumbuhan ekonomi dalam RAPBN 2009 diperhitungkan sebesar 6,3% dengan tingkat inflasi 6,2%.
Kepakatan lain yang telah diputuskan panja asumsi DPR adalah suku bunga sertifikat Bank Indonesia (SBI) 3 bulan sebesar 8%, nilai tukar Rp 9.150/US$, harga BBM US$100/barel dan lifting minyak 960 ribu bph. (ddn/ir)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (2 Komentar)
Baca juga :
- Miranda Lapor Kondisi Ekonomi ke Agung Laksono
- Genjot Ekspor Saat Krisis, SBY akan Lobi Amerika Latin
- OPEC Didesak Jaga Harga Minyak di Atas US$ 90
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




