Berita Lain

Indeks Berita



Jumat, 10/10/2008 08:13 WIB
BEI Dibuka Saat Pasar Global Anjlok
Irna Gustia - detikFinance


(Foto: Indro-detikFinance)
Jakarta - Transaksi saham di Bursa Efek Indonesia kembali dibuka mulai perdagangan sesi I, Jumat (10/10/2008) setelah dua hari ditutup. Namun pembukaan BEI kali ini diliputi kecemasan karena pasar saham global kembali anjlok-anjloknya.

Wall Street turun tajam, diikuti oleh bursa utama Asia Nikkei yang Jumat pagi ini ikut kecemplung. Pada penutupan perdagangan saham Kamis waktu AS (9/10/2008) indeks Dow Jones merosot hingga 678,91 poin atau 7,33 persen ke posisi 8.579,19 yang merupakan level terendah dalam 5 tahun terakhir.

Sedangkan indeks Nikkei pada perdagangan Jumat pagi (10/10/2008) terjun hingga 11,38% atau turun 1.042,08 poin menjadi 8.115,41. Meski kejatuhannya cukup dalam, belum ada tanda-tanda indeks Nikkei akan disuspensi.

Begitu juga indeks Korea, KOSPI yang merosot 7,5% di awal perdagangan atau turun 97,11 poin menjadi 1,197,78.

Sedangkan bursa saham Australia yang paling pertama buka juga turun tajam, indeks S&P/ASX 200 anjlok 7,4% atau 323,5 poin menjadi 3.997,4.

Kondisi bursa saham global yang kacau ini akan mempengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir pekan ini.

Investor cemas, langkah-langkah yang diambil pemerintah tidak mempan menghalau kepanikan yang muncul dari pasar global.

Analis PT BNI Securities, Muhammad Alfatih saat dihubungi detikFinance, Kamis (9/10/2008) mengatakan pembukaan perdagangan BEI Sesi I, Jumat 10 Oktober 2008 diperkirakan masih akan mengalami tekanan jual yang akan berdampak pada penurunan IHSG.

Meski demikian, pada perdagangan Sesi II besok, IHSG diperkirakan bakal memiliki potensi untuk bergerak naik, terutama jika melihat pergerakan indeks-indeks regional hari ini, Kamis (9/10/2008).

Meski berpotensi bergerak naik, Alfatih memperkirakan support IHSG masih berada di level 1400, dengan kisaran pergerakan IHSG di level 1500-1600. Menurut Alfatih, hal ini disebabkan IHSG masih menanti masuknya investor-investor besar untuk bisa bergerak naik signifikan.

"Kalau kita lihat kejatuhan IHSG kemarin, tampaknya masih banyak dibayangi tekanan jual. Sebab nilai transaksi kemarin tidak sampai Rp 1 triliun namun anjloknya bisa mencapai 10% lebih. Itu artinya investor-investor besar seperti institusi belum masuk secara besar-besaran. Kita harapkan  akan ada momentum yang dapat mendorong mereka masuk," ujar Alfatih.
 
Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk menutup perdagangan saham pada sesi I mulai pukul 11.08 WIB karena hancurnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok hingga 10,38%.

Ketika perdagangan saham ditutup pukul 11.08 JATS, Rabu (8/10/2008) IHSG merosot tajam hingga 168,052 poin atau 10,38 persen ke posisi 1.451,669. Posisi IHSG ini merupakan terendah sejak September 2006. (ir/ir)

Info Kurs,berita financial dan ekonomi.
Ketik: REG ECO kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel, Flexi).
Ketik: REG EKO kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Indosat dan Hutch 3).


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (9 Komentar)

Baca juga :