Forum Finance
- Ndpbm... alvian19
- Blok Cepu... densol
- Hitung PPh 21 dengan muda... yukfa
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 17:36 WIB
32,5 Juta Orang Indonesia Berada di Level Kemiskinan Ekstrim -
Selasa, 09/02/2010 17:21 WIB
Dicari Hakim Agung Perpajakan -
Selasa, 09/02/2010 16:55 WIB
Pertumbuhan Ekonomi RI 2009 Diproyeksi 4,4-4,5% -
Selasa, 09/02/2010 16:27 WIB
PTPN XIV Masih Cicil Tunggakan Pajak Rp 60 Miliar -
Selasa, 09/02/2010 16:22 WIB
Produsen Terigu Desak Pemerintah Eksekusi BM Anti-Dumping -
Selasa, 09/02/2010 15:58 WIB
Perhutani Siap Bangun 2 Pabrik Gondorukem Rp 160 M
Indeks Berita
Jumat, 10/10/2008 19:21 WIB
Krisis Global Belum Serang Sektor Riil
Angga Aliya ZRF - detikFinance

Foto: dok detikcom
Hal tersebut disampaikan oleh Ekonom Aviliani dalam acara jumpa pers mengenai dampak krisis keuangan global terhadap ekonomi indonesia di Gedung Depkominfo, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (10/10/2008).
"Saya optimis tidak akan seperti krisis 1998, saat ini krisis tidak menyerang sektor riil, hanya menyerang bursa saja yang pemainnya lebih sedikit," jelasnya
Menurutnya, krisis yang melanda bursa kemarin akibat keluarnya uang sebanyak Rp 32 triliun dari investor yang melepas saham. Sementara di sisi lain pemasukan uang ke bursa sedikit sekali. Selain itu, selama enam bulan terakhir LDR perbankan terus naik dan juga pertumbuhan simpanan juga lebih besar dari kredit.
Ia mengatakan, agar tidak terjadi krisis yang semakin parah ada beberapa langkah yang bisa dilakukan pemerintah.
"Salah satunya harus bisa melakukan kontrol devisa karena sangat penting untuk dilakukan dalam situasi darurat seperti ini," katanya.
Pemerintah juga bisa memperkuat investor domestik dengan cara memberikan tax amnesty supaya ada sedikit kelonggaran. Ia menambahkan selama ini investor lokal selalu dibebani oleh pajak yang akhirnya menyebabkan dana investor ke luar negeri.
Untuk bursa sendiri, ia mengusulkan sebaiknya para emiten segera menyampaikan kinerja terbaru mereka. Karena sebenarnya banyak emiten yang kinerjanya bagus hanya saja investor di bursa saat ini kurang informasi dan kebanyakan dari mereka ikut-ikutan investor asing.
(ang/ddn)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (3 Komentar)
Baca juga :
- SBY: Dunia Lagi Krisis Pasar Modal Bukan Krisis Ekonomi
- Pemerintah Godok Opsi Beli Langsung Saham BUMN di Pasar
- Wapres Gelar Rapat Dadakan
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



