Forum Finance
- Ndpbm... alvian19
- Blok Cepu... densol
- Hitung PPh 21 dengan muda... yukfa
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 17:27 WIB
Obligasi Oto Multiartha Senilai Rp 600 Miliar Sandang Peringkat AA- -
Selasa, 09/02/2010 15:37 WIB
Penjualan Batubara Adaro Naik Tipis 0,73% di 2009 -
Selasa, 09/02/2010 15:18 WIB
DPR Tolak IPO BUMN Perkebunan -
Selasa, 09/02/2010 15:10 WIB
WIKA Likuidasi Anak Usaha -
Selasa, 09/02/2010 14:51 WIB
Luncurkan Online Trading, Danareksa Incar Investor Ritel -
Selasa, 09/02/2010 14:06 WIB
Jasa Marga Incar 2 Ruas Tol Terbengkalai
Indeks Berita
Sabtu, 11/10/2008 09:28 WIB
Bursa Wall Street Makin Tenggelam
Nurul Qomariyah - detikFinance

Pada perdagangan Jumat (10/10/2008), indeks Dow Jones dibuka sempat anjlok hingga 682 poin (7,9%) dan melorot di bawah level 8.000. Indeks Dow Jones akhirnya ditutup turun 128 poin (1,49%) ke level 8.451,19.
Bursa-bursa global sebelumnya mengalami kejatuhan yang cukup besar, mulai dari London hingga Tokyo sebelumnya juga telah merosot tajam. Indeks FTSE 100 sempat anjlok hampir 10% sebelum akhirnya berkurang sedikit. Indeks CAC 40 juga sempat anjlok 10,57%.
Indeks Nikkei-225 sebelumnya sempat anjlok hingga 9,62%, Hong Kong anjlok 7,2%, Singapura anjlok 7,34%. Kejatuhan di bursa Tokyo tersebut merupakan yang terbesar sejak crash Oktober 1987.
"Kita terseret dalam lautan angka-angka yang merah. Realitasnya adalah, investor telah mendapat tekanan bahwa masalah kredit macet telah menggapai pertumbuhan ekonomi glonal," kata analis Barclays, Henk Potts, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (11/10/2008).
Sepekan ini seperti menjadi mimpi buruk bagi investor. Tak ada negara yang bursa sahamnya imun dari demam kejatuhan.Tak terkecuali Bursa Efek Indonesia (BEI), yang terpaksa menghentikan sementara perdagangan sahamnya sejak Rabu (8/10/2008) pukul 10.08 WIB.
Kejatuhan bursa-bursa global ini justru terjadi setelah bank-bank sentral mengumumkan rencana penurunan suku bunga, termasuk gelontoran miliaran dolar AS ke pasar. Semua aksi itu mandul untuk menyuburkan lagi pasar saham.
Dunia kini didesak untuk menjalin sebuah kerjasama karena kejatuhan di pasar saham telah menyerang berbagai sisi. Termasuk harga minyak yang sempat anjlok di bawah US$ 80 per barel.
Perdana Menteri Jepang, Taro Aso, yang merupakan pimpinan dari negara-negara G8 mengatakan, pihaknya akan mendesak diselenggarakannya pertemuan darurat di Washington akhir pekan ini jika tak mencapai kesepakatan. Sementara PM Spanyol Jose Luis Rodriguez juga mendesak pertemuan darurat para pemimpin di Eropa.
Para menteri keungan dan Gubernur Bank Sentral G7 akan bertemu di Washington. Sebelum pertemuan itu, IMF mendesak pemerintah di seluruh dunia untuk bekerjasama dan mengaktifkan kembali dana darurat yang pernah digunakan untuk menyelamatkan perekonomian Asia tahun 1997 silam.
(qom/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (10 Komentar)
Baca juga :
- Menkeu Minta Grup Bakrie Gelar Paparan Publik
- Pemerintah Bentuk Satgas Kejar Pelanggar Pasar Modal
- Buy Back BUMN Jangan Melawan Pasar
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



