Forum Finance
- Coba untuk beranikan DIRI... dek_orekoop
- krisis global... madamadaa
- Bukan Kampanye Politik : ... Realistis
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 21/11/2008 11:47 WIB
Sesi Siang
Rupiah 12.100/US$, IHSG Jeblok -
Jumat, 21/11/2008 10:20 WIB
BI Pastikan Terus Jaga Rupiah -
Jumat, 21/11/2008 09:58 WIB
Saham BUMI Melorot ke Rp 710 -
Jumat, 21/11/2008 09:38 WIB
Saham Bank Century Langsung Disuspensi -
Jumat, 21/11/2008 09:14 WIB
Alfamart Go Public Januari 2009 -
Jumat, 21/11/2008 08:27 WIB
Indosat Cairkan Seluruh Pinjaman Sindikasi US$ 450 Juta
Indeks Berita
Minggu, 12/10/2008 13:41 WIB
Surya Citra Media Siap Buy Back 5%
Suhendra - detikFinance

Foto: SCMA diolah
Langkah ini bagian dari upaya korporasi untuk mendukung pemerintah dalam menstabilkan pasar saham domestik dari imbas krisis finansial di AS.
Hal ini dikatakan oleh Sekretaris PT SCM Hardijanto Saroso saat ditemui di kantor Bapepam, saat mendaftar rencana buy back, Jakarta, Minggu (12/10/2008).
"Kita dukung pemerintah saja, buy back dasarnya untuk membantu pasar supaya harga tidak jatuh. Kita perkirakan tidak sampai 20% di bawah 10% sampai 5%, bahkan bisa di bawah 5%. Kita utamakan operasional internal jangan sampai dihilangkan dengan ini," ujarnya.
Menurutnya aksi buy back oleh para emiten baik itu BUMN maupun non BUMN diperlukan mengingat gejolak pasar bursa global sangat berdampak pada bursa lokal. Sehingga emiten yang memiliki kinerja baik ataupun tidak baik pada saat ini pasti akan terdepresiasi.
"Yang kita bantu adalah semua, kalau bukan kita yang bantu siapa lagi, pasar modal sudah jatuh. semua dana yang berbasis dolar sudah ditarik ke AS," ucapnya.
Dikatakannya hingga kini saham SCMA sebesar 13% dilepas ke publik, dari sejumlah itu hampir 80% saham dipegang asing, sedangkan sisanya 87% dimiliki institusi.
Hardijanto menambahkan berdasarkan penutupan perdagangan saham terakhir nilai saham
SCMA sebesar Rp 770 per saham melorot dari sebelumnya Rp 900 per saham.(hen/ddn)
Komentar terkini (2 Komentar)
Baca juga :
- SBY: Krisis Keuangan Global Seperti Tsunami
- Emiten Belum Antusias Daftar Buy Back
- Masyarakat Jangan Berlebihan Hadapi Krisis Global
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
