Forum Finance
- [info]deposito standard c... StanChart
- Apa yang menyebabkan kris... OmniScience
- Kapan upiah menguat????... fuajuar
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Rabu, 03/12/2008 17:43 WIB
Review IHSG: Tipis Saja -
Rabu, 03/12/2008 17:35 WIB
Saham Kliring Berjangka Bisa Dijual -
Rabu, 03/12/2008 17:24 WIB
Rupiah Tutup di 11.900/US$ -
Rabu, 03/12/2008 17:01 WIB
Bakrie Bantah TPG Mundur dari Kesepakatan -
Rabu, 03/12/2008 16:10 WIB
Transaksi IHSG Sangat Tipis di Bawah Rp 1 Triliun -
Rabu, 03/12/2008 15:39 WIB
Bakrie Kebut Selesaikan Utang ke ICICI
Indeks Berita
Minggu, 12/10/2008 17:39 WIB
Bakrie Minta Suspensi Saham Lagi
Suhendra - detikFinance

Foto: Suhendra-detikFinance
Hal tersebut disampaikan Direktur PT Bakrie Brothers Tbk (BNBR) yang juga Dirut PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Ari Saptari Hudaya di Wisma Bakrie II, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Minggu (12/10/2008)
Bakrie tengah melakukan rasionalisasi investasi dengan penjualan saham anak perusahaan. Beberapa perusahaan yang tengah melakukan pembicaraan itu antara lain Credit Lyonnais, Avenue Asia dan 4 konsorsium lokal termasuk dari Sampoerna dan Djarum. Bahkan Tata Group sudah melakukan pembicaraan dengan perseroan.
"Transaksi ini diharapkan selesai minggu depan, kami meminta regulator agar suspensi terhadap BNBR diteruskan sampai transaksi ini selesai," ujarnya.
Keenam saham grup Bakrie yang disuspensi Bursa Efek Indonesia itu adalah PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).
BEI menghentikan perdagangan 6 saham itu sejak sesi I perdagangan mulai 7 Oktober 2008.
Rasionalisasi investasi ini bertujuan untuk mempercepat pencairan utang yang jatuh tempo pada April 2009 sebesar 1 miliar dolar.
Hingga kini total utang BNBR mencapai US 1,2 miliar yang dijaminkan dengan kekayaan perusahaan sebanyak US$ 6 miliar termasuk 6 perusahaan anaknya.
Presdir Bakrie & Brothers, Nalinkant Rathod membantah rumor soal gagal bayar (default) repo yang dituding sebagai anjloknya saham Grup Bakrie pada pekan lalu.
"Kita tidak sama sekali melakukan repo kalau ada lembaga keuangan yang melakukan repo itu bukan urusan kita," ujarnya.(ddn/ddn)
Komentar terkini (17 Komentar)
Baca juga :
- Bakrie Akui akan Jual Saham Seluruh Anak Usaha
- Bakrie Gelar Public Expose 13 Oktober
- Menkeu Minta Grup Bakrie Gelar Paparan Publik
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
