Berita Lain

Indeks Berita



Jumat, 24/10/2008 16:14 WIB
Menkeu: Masyarakat Sudah Menikmati Dampak Turunnya Harga Minyak
Wahyu Daniel - detikFinance


Foto: dok Depkeu
Jakarta - Harga BBM memang belum turun meski harga minyak mentah dunia sudah turun. Namun menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, masyarakat sebenarnya sudah menikmati dampak dari penurunan harga minyak mentah dunia itu.

Menurut Sri Mulyani, penurunan harga minyak mentah dunia sudah menurunkan beban bagi sektor industri yang kini sudah menggunakan BBM dengan harga keekonomian, alias tanpa subsidi.

"Kan berarti semua masyarakat bisnis sudah menikmati harga yg sudah turun, berarti nanti itu akan terefleksikan dengan harga-harga yang lebih murah. Artinya masyarakat umum sudah menikmati harga minyak yang turun melalui cost yang makin turun dari bisnis," jelas Sri Mulyani dikantornya, Jakarta, Jumat (24/10/2008).

Sri Mulyani mengakui bahwa dengan penurunan harga minyak mentah dunia ini, maka subsidi BBM dalam APBN akan berkurang. Namun demikian, harga BBM dalam negeri sampai saat ini belum sampai pada titik keekonomiannya.

"Oleh karena itu tanpa kita membuat harapan yang tidak-tidak tetapi tetap realistis. Pemerintah akan menjaga terus lihat perkembangan yang ada, lihat APBN, lihat daya beli masyarakat. Karena ini yang kita lihat adalah masyarakat rumah tangga, kalau masyarakat bisnis mereka sudah menikmati itu," urainya.

"Jadi kalau kita lihat daya beli masyarakat tumah tangga ini nanti terbantu dengan harga minyak goreng turun, barang-barang turun, inflasi turun, apalagi yang turun semua turun kan sekarang, harga saham juga turun," imbuh Sri Mulyani sambil bercanda.

Menurut Sri Mulyani, yang paling penting saat ini adalah menemukan formula harga energi yang baik. Disatu sisi, pemerintah bisa menyediakan harga BBM yang sesuai keekonomian, sementara dari sisi daya beli masyarakat tetap terjaga.

"Disatu sisi, menentukan harga keekonomian itu bisa memberikan pendidikan kepada masyarakat dalam menghargai barang-barang itu terutama juga energi sebagai satu komoditas yang sangat penting dan strategis," jelasnya.

Pemerintah sendiri saat ini belum bisa memutuskan apapu mengingat ketidakpastian dalam perekonomian global masih sangat tinggi.

"Dunia kan masih berjalan terus, masih ada pertemuan G20 di Washington, menunjukkan bahwa tingkat urgensi dari kondisi global ini sama sekali belum mereda. Kalau belum mereda akan masih banyak sekali suatu perkembangan yang kita semua mungkin belum bisa memprediksikan secara akurat apa pada akhirnya," pungkasnya.

(qom/ir)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!


Komentar terkini (9 Komentar)

Baca juga :


Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).