Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Rabu, 17/03/2010 16:24 WIB
Asing Beli Saham Rp 992 Miliar, IHSG Rengkuh Level 2.756 -
Rabu, 17/03/2010 15:27 WIB
KPC-Ditjen Pajak 'Gencatan Senjata' -
Rabu, 17/03/2010 14:30 WIB
BEI Tak Puas Jawaban Bhakti Soal Akuisisi -
Rabu, 17/03/2010 12:59 WIB
Sari Roti Segera Jualan Saham di BEI -
Rabu, 17/03/2010 12:10 WIB
Asing Borong Saham Rp 600 Miliar, IHSG Melejit 61 Poin -
Rabu, 17/03/2010 10:44 WIB
Bakrie Sumatera Kuasai 73,85% Saham Agri International
Indeks Berita
Minggu, 26/10/2008 12:44 WIB
RI Jadi Contoh Pembebasan Auto Rejection Batas Atas
Angga Aliya ZRF - detikFinance

Foto: Indro-detikFinance
Menurut Kepala Bapepam-LK Fuad Rahmany, dengan kondisi krisis ekonomi yang melanda berbagai sektor terutama pasar modal, penanggulangannya harus melakukan dengan cara yang tidak biasa.
"Kami melakukan hal-hal lain yang negara lain tidak lakukan, kita bisa jadi contoh sekarang," ungkapnya di sela-sela acara perayaan Hari Keuangan ke 62 di Departemen Keuangan, Jakarta, Minggu (26/10/2008).
Ia juga menilai, ketika krisis yang melanda Indonesia pada tahun 1998 silam, pemerintah tidak bisa menanggulanginya dengan baik. "Dulu tidak bisa apa-apa. karena menggunakan cara-cara yang konvensional," katanya.
Salah satu langkah yang dilakukan pemerintah adalah dengan mengubah aturan auto rejection yang selama simetris antara batas atas dan bawah menjadi asimetris. "Selama dalam keadaan situasi krisis seperti ini, kita tetap pertahankan auto rejection batas bawah sehingga bisa memperkecil volatilitas," imbuhnya.
Ia juga mengatakan, pemerintah harus berani mengambil langkah untuk berbuat sesuatu yang berbeda dari negara lain. "Kita harus bisa yang menentukan langkah supaya bisa jadi leader. Jangan sampai dikendalikan terus oleh pasar. Sebagai negara besar, harus bisa tentukan sikap. Itu yang paling penting," pungkasnya
(ang/ddn)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (3 Komentar)
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




