Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 18/03/2010 16:49 WIB
Saham Asuransi Dayin Mitra Masuk UMA -
Kamis, 18/03/2010 16:32 WIB
Bayan Incar 1 Tambang Batubara di Kalimantan -
Kamis, 18/03/2010 16:11 WIB
Asing Tampung Aksi Jual Investor Lokal, IHSG Terhempas 19 Poin -
Kamis, 18/03/2010 15:37 WIB
Waspadai Arus Penarikan Modal Asing di Triwulan III-2010 -
Kamis, 18/03/2010 14:31 WIB
Pefindo Naikkan Peringkat Obligasi Danareksa -
Kamis, 18/03/2010 14:23 WIB
Megapolitan Development Tunda IPO
Indeks Berita
Jumat, 31/10/2008 10:03 WIB
Dikabarkan Dibeli Sinarmas, Bakrie Telecom Disuspensi Lagi
Irna Gustia - detikFinance
(Foto: Indro-detikFinance)
Kepala Divisi Pencatatan Sektor Jasa Bursa Efek Indonesia (BEI) Umi Kulsum mengatakan suspensi dilakukan karena adanya pemberitaan di media massa bahwa Grup Sinarmas, yang kini memiliki PT Smart Telecom, bernegosiasi dengan Grup Bakrie untuk membeli 20%-60% saham PT Bakrie Telecom Tbk pada harga Rp 200 per saham.
"Maka untuk mencegah terjadinya perdagangan yang tidak wajar terhadap sahamnya dan untuk memperoleh kejelasan mengenai informasi tersebut, Bursa memutuskan untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Bakrie Telecom Tbk di seluruh pasar," kata Umi dalam pengumumannya Jumat (31/10/2008).
BEI masih belum bisa memastikan sampai kapan suspensi BTEL akan dilakukan. Sebelumnya BTEL sempat disuspensi pada 7-17 Oktober karena terkait masalah gadai saham oleh induknya PT Bakrie Brothers Tbk (BNBR).
Suspensi saham BTEL kemudian dicabut dan bisa bisa diperdagangkan lagi pada 18 Oktober 2008. Namun kini saham BTEL harus kembali masuk kotak suspensi.
Saat ini mayoritas pemegang saham BTEL yang merupakan operator telepon CDMA Esia masih dikuasai grup Bakrie. Harga terakhir saham BTEL sebelum disuspensi sebesar Rp 67 per saham. (ir/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)
Baca juga :
- Menneg BUMN: Daripada BUMI Dibeli Asing Mendingan Kita Beli
- Bakrieland Kaji Convertible Bond Rp 1 Triliun
- ELTY dan UNSP Rebound, BTEL Ketinggalan
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




