Forum Finance
- Ndpbm... alvian19
- Blok Cepu... densol
- Hitung PPh 21 dengan muda... yukfa
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 17:36 WIB
32,5 Juta Orang Indonesia Berada di Level Kemiskinan Ekstrim -
Selasa, 09/02/2010 17:21 WIB
Dicari Hakim Agung Perpajakan -
Selasa, 09/02/2010 16:55 WIB
Pertumbuhan Ekonomi RI 2009 Diproyeksi 4,4-4,5% -
Selasa, 09/02/2010 16:27 WIB
PTPN XIV Masih Cicil Tunggakan Pajak Rp 60 Miliar -
Selasa, 09/02/2010 16:22 WIB
Produsen Terigu Desak Pemerintah Eksekusi BM Anti-Dumping -
Selasa, 09/02/2010 15:58 WIB
Perhutani Siap Bangun 2 Pabrik Gondorukem Rp 160 M
Indeks Berita
Minggu, 02/11/2008 15:06 WIB
Medco Lamar Pertamina Bentuk Indonesia Inc.
Alih Istik Wahyuni - detikFinance

Foto: Ist
Pendiri Medco Group Arifin Panigoro menyatakan, pihaknya sudah menyampaikan niatnya ke sejumlah petinggi Pertamina dan mendapat sambutan yang baik. Kini Pertamina masih membahas lamaran Medco tersebut dengan pemerintah.
”Kawan-kawan saya di Pertamina ini mesti membahasnya dengan atasan mereka dan pemerintah, ini proses yang tidak sebentar,” katanya dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Minggu (2/11/2008).
Menurut Arifin, kedua perusahaan migas nasional ini sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar untuk berbicara di tingkat internasional. Hal ini terlihat dari pasar ritel Pertamina yang mencakup 230 juta rakyat Indonesia. “Ini adalah pasar yang sangat besar,” sambungnya.
Sementara Medco sendiri yang juga perusahaan terbuka sudah membuktikan kemampuannya beroperasi di tingkat internasional seperti di Yaman, Kamboja, Tunisia, Oman, Libia hingga Amerika Serikat. Sehingga jika Medco jadi bersinergi dengan Pertamina yang memiliki pendapatan hingga US$ 43 miliar dan total aset US$ 28 miliar, maka menjadi perusahaan kelas dunia bukanlah mimpi semata.
Jika sinergi ini berhasil, diharapkan Pertamina bisa menyaingi BUMN migas dunia seperti Petronas (Malaysia), Petrobras (Brazil), CNOOC (Cina), dan Aramco (Arab Saudi).
(lih/iy)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (3 Komentar)
Baca juga :
- Stok Solar Menumpuk, Pertamina Bingung
- Pertamina dan PLN Kejar Stok BBM dan Batubara
- Dividen Pertamina Turun di 2009
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



