Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 19/03/2010 09:46 WIB
BTN Turunkan Bunga Kredit per 1 April -
Kamis, 18/03/2010 15:46 WIB
Pemerintah Cari Rp 5 Triliun Lagi Dari Surat Utang -
Kamis, 18/03/2010 14:50 WIB
Aviva Akuisisi 60% Saham Asuransi Winterthur Life -
Kamis, 18/03/2010 13:07 WIB
Takaful Cari Partner Bank dari Indonesia -
Kamis, 18/03/2010 11:07 WIB
Sidang 2 Pemilik Asing Bank Century Ditunda Sebulan -
Kamis, 18/03/2010 10:02 WIB
100% Nasabah Bakrie Life Sepakati Skema Pengembalian Dana
Indeks Berita
Selasa, 11/11/2008 10:42 WIB
American Express Kini Jadi Holding Company Perbankan
Alih Istik Wahyuni - detikFinance

Foto: Reuters
Dengan menjadi perusahaan induk perbankan, maka American Express (Amex) bisa menerbitkan obligasi yang dijamin pemerintah hingga akhir Juni 2012. Selain itu Amex juga bisa ikut menerima dana dari program pemulihan aset-aset bermasalah yang disediakan pemerintah AS sebesar US$ 700 miliar.
Dana dari program tersebut memang dialirkan melalui investasi langsung ke dunia perbankan, perusahaan asuransi, dan bisa juga ke institusi keuangan lainnya.
Tak hanya itu, kini Amex juga lebih mudah jika ingin mengakuisisi bank lainnya dan menerima pendaan berbiaya murah seperti deposit dari konsumen ataupun perusahaan.
"Dengan adanya goncangan yang berkelanjutan di pasar keuangan, kami menginginkan posisi yang terbaik untuk bisa mengambil keuntungan dari berbagai program yang diperkenalkan The Fed, untuk mendukung institusi keuangan AS," kata Chairman dan CEO American Express Kenneth Chenault seperti dikutip Reuters, Selasa (11/10/2008).
"Dengan persetujuan dari Federal Reserve (The Fed), kami akan mendapat akses yang lebih besar terhadap modal-modal yang ditawarkan." tambahnya.
American Express merupakan perusahaan peneribit kartu kredit terbesar keempat di AS. Pada saat krisis perumahan dimulai sejak tahun lalu, Amex justru menawarkan kredit lebih banyak pada konsumennya.
Akibatnya kini Amex tengah bergulat dengan utang-utang yang sudah jatuh tempo. Kondisi Amex makin sulit karena biaya untuk mencaari pendanaan dari sumber-sumber utamanya kini semakin mahal.
Amex kini memiliki aset konsolidasi sebesar US$ 127 miliar. Akibat krisis, Amex harus memangkas 7.000 tenaga kerja atau sekitar 10% di seluruh dunia. Amex sebelumnya juga melaporkan penurunan pendapatan pada kuartal III-2008 hingga 24% menjadi US$ 815 juta.
Amex kini telah memiliki dua bank anak usahanya yakni American Express Centurion Bank dan American Express Bank FSB. Goldman Sachs dan Morgan Stanley telah mengubah statusnya sebagai perusahaan holding perbankan terlebih dahulu, dan menanggalkan status bank investasi. Dengan demikian, ketika Bank of America membeli Merrill Lynch, maka dia akan menjadi bank investasi terakhir yang masih ada di AS.
(lih/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Lagi, Bank di AS Bangkrut
- Cari Dana Lewat SUN akan Lebih Sulit
- Morgan Stanley Beri Saran RI Atasi Krisis Global
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




